Pj Gubernur DKI Enggan Melanjutkan Proyek LRT Peninggalan Ahok

Proyek kereta layang atau LRT Jakarta yang digroundbreaking mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada 2016 silam dipastikan tidak akan dilanjutkan. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan, regulasi yang belum rampung menyebabkan pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 2 mangkrak.

“Untuk LRT memang kami masih fokus kepada bagaimana penyiapan regulasinya, karena sejak tahun 2015, sampai beberapa kali dilakukan memang terpantau selalu gagal,” kata Syafrin di Jakarta, Selasa (1/11).

Syafrin enggan menjelaskan secara rinci regulasi seperti yang membuat proyek LRT itu terhambat. Namun Dishub DKI Jakarta saat ini fokus mencari cara menyelesaikan regulasi tersebut.

“Salah satu yang menjadi akar permasalahan adalah dari sisi regulasi. Oleh sebab itu, sekarang kami masih fokus pada bagaimana penyelesaian regulasinya,” kata dia.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyatakan, pada 2023 tidak akan ada pembangunan lanjutan dari LRT Jakarta.

“Belum ada pembangunan LRT tahun 2023. Nanti kita lihat anggaran di DKI. Masih ada opsi-opsi,” kata Heru di Jakarta, Jumat (28/10).

Saat ini yang terpenting adalah menjaga stabilitas ekonomi termasuk menjaga situasi ekonomi supaya stabil. “Konsentrasinya di situ,” katanya.

Meski begitu, Kepala Sekretariat Presiden itu menyebutkan, bukan tidak mungkin kelanjutan pembangunan LRT Jakarta Fase 2 ini bisa diwujudkan pada kepemimpinan gubernur terpilih pada Pilkada 2024.

“Itu menjadi pembahasan sendiri, apakah itu bisa kita lanjutkan. Kan bisa juga dilanjutkan oleh gubernur periode berikutnya 2024,” tandas dia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini