Intime – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Husny Mubarok Amir menilai masyarakat Betawi perlu memberikan apresiasi kepada Lutfi Hakim menjelang usia Jakarta yang akan memasuki lima abad. Ia menyebut peran Lutfi sebagai tokoh budaya dan pembaharu penting bagi masyarakat Betawi.
Menurut Husny, Lutfi yang menjabat Imam Besar Forum Betawi Rempug sekaligus Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan kemaslahatan masyarakat Betawi, terutama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Menjelang usia Jakarta yang bakal genap lima abad, orang Jakarta khususnya masyarakat Betawi perlu berterima kasih kepada Kiai Lutfi Hakim,” ujar Husny dalam keterangannya, Kamis (19/2).
Husny menilai, dalam perspektif sejarah Islam, setiap kurun waktu 100 tahun akan lahir sosok pembaharu atau mujaddid. Ia menyebut konsep tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud. Dalam sejarah, lanjut dia, sejumlah tokoh pembaharu pernah muncul, seperti Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Al-Ghazali, hingga Ibnu Taimiyah.
Di luar konteks keislaman, Husny menilai gagasan yang dibangun Lutfi juga relevan dalam konteks kebudayaan Betawi. Ia menyebut Lutfi berupaya melampaui konsep fanatisme kesukuan atau ashobiyah dengan mengedepankan pemikiran terbuka, egaliter, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Sebagai aktivis Nahdlatul Ulama sekaligus orang Betawi, Husny mengaku banyak menyerap gagasan dan energi positif dari pemikiran Lutfi. Ia menilai Lutfi memiliki konstruksi pemikiran yang tertata, egaliter, serta jauh dari kesan eksklusif.
Menurut dia, salah satu gagasan penting yang diperjuangkan Lutfi adalah pembentukan Lembaga Adat Masyarakat (LAM) Betawi. Husny menyebut konsep tersebut sebagai upaya memperkuat pelestarian, pengembangan, dan perlindungan identitas budaya Betawi melalui payung hukum.
Ia berharap LAM Betawi dapat segera direalisasikan melalui kebijakan pemerintah daerah. Menurut Husny, lembaga tersebut semestinya telah dirilis oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung sebagai implementasi dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
Husny menilai penguatan identitas budaya Betawi menjadi penting di tengah tantangan Jakarta sebagai kota global, termasuk arus modernisasi, digitalisasi, dan perubahan demografi. Ia menekankan perlunya kerja sama para pemangku kepentingan serta komitmen para tokoh Betawi untuk mengesampingkan kepentingan pribadi.
Menurut Husny, upaya memperjuangkan kemaslahatan masyarakat Betawi harus menjadi prioritas bersama. Ia pun menyebut Lutfi sebagai sosok pembaharu budaya Betawi yang layak mendapat apresiasi atas dedikasinya bagi masyarakat.

