Anak 14 Tahun di Tual Tewas di Tangan Anggota Brimob, YLBHI Soroti Pelanggaran HAM dan Reformasi Polri

Intime – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengecam dugaan kekerasan yang dilakukan anggota Korps Brimob Polri di Tual, Maluku, hingga menyebabkan seorang anak berinisial AT (14) meninggal dunia.

Isnur menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban yang telah dimakamkan pada Kamis (19/2). Ia menyebut tindakan tersebut brutal dan tidak bisa ditoleransi.

“Kita sangat mengecam tindakan brutal dari anggota Brimob di Tual, Maluku,” kata Isnur dalam keterangannya, Sabtu (21/2).

Menurut Isnur, kasus tersebut bukan hanya pelanggaran etik, tetapi juga dugaan tindak pidana yang harus diproses secara hukum. YLBHI pun mendesak kepolisian bertindak tegas terhadap anggota yang terlibat.

Ia menilai pelaku harus dijerat dengan pasal pidana, termasuk dugaan pembunuhan. Selain itu, YLBHI meminta negara memulihkan hak korban dan keluarganya melalui keadilan, rehabilitasi, serta restitusi.

Isnur juga menilai kekerasan yang melibatkan aparat menunjukkan persoalan yang lebih luas. Ia menyebut sejumlah kasus sebelumnya memiliki pola serupa dan mencerminkan masalah struktural di tubuh kepolisian.

“Ini bukan hanya masalah oknum, tapi masalah sistemik,” ujarnya.

YLBHI mendorong reformasi kepolisian secara menyeluruh, termasuk evaluasi peran Brimob dalam penanganan masyarakat sipil. Menurut Isnur, Brimob sebagai pasukan khusus seharusnya tidak ditugaskan menghadapi warga atau demonstran.

Ia juga mendesak reformasi kelembagaan dan kultural melalui pembenahan sistem rekrutmen, pendidikan, hingga pembinaan anggota. Kepolisian, kata dia, memiliki aturan internal yang mewajibkan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Sebelumnya, peristiwa itu terjadi saat dua kakak beradik melintas menggunakan sepeda motor di sekitar rumah sakit di wilayah Tual. Keduanya diduga dihentikan pelaku dan dipukul menggunakan helm hingga terjatuh.

Akibat kejadian tersebut, AT meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Terduga pelaku telah diamankan dan kini ditahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini