Intime – Ketua DPP PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menyoroti kebijakan pemerintah yang menggunakan anggaran pendidikan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut dinilai menjadi ironi di tengah masih banyaknya sekolah dengan kondisi tidak layak di berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP itu mengatakan, partainya merasa perlu meluruskan berbagai narasi simpang siur terkait sumber pendanaan program tersebut.
Ia menilai informasi yang beredar di masyarakat kerap menimbulkan kebingungan mengenai apakah program MBG menggunakan alokasi anggaran pendidikan.
Esti mengaku kerap menerima pertanyaan langsung dari masyarakat melalui pesan singkat, termasuk dari pengguna WhatsApp yang meminta penjelasan mengenai asal-usul anggaran program tersebut.
“Banyak sekali yang bertanya untuk memperjelas. Ada yang memanggil Mbak, Bu, atau Bunda dan menanyakan apakah benar MBG tidak mengambil anggaran pendidikan,” ujar Esti di Jakarta, Kamis (26/2).
Menjawab kebingungan tersebut, Esti menegaskan bahwa program MBG memang mengambil porsi dari anggaran pendidikan. Karena itu, Fraksi PDIP merasa berkewajiban menyampaikan informasi berdasarkan data resmi yang dimiliki.
Menurut Esti, penggunaan dana pendidikan untuk program lain patut disayangkan karena masih banyak persoalan mendasar dalam sektor pendidikan yang belum terselesaikan, terutama terkait infrastruktur sekolah dan ketersediaan sarana prasarana.
Ia mencontohkan kondisi sekolah di sejumlah daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur, yang kerap menjadi sorotan publik karena fasilitas yang belum memadai.
Esti berpendapat, apabila anggaran pendidikan difokuskan sepenuhnya pada sektor pendidikan, pemerintah dapat mempercepat pemerataan fasilitas serta revitalisasi bangunan sekolah di berbagai wilayah.
Selain persoalan infrastruktur, Esti juga menyoroti kesejahteraan tenaga pendidik. Ia menilai besarnya anggaran pendidikan seharusnya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan guru serta bentuk penghormatan terhadap profesi pendidik.
Sebagai legislator asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Esti menegaskan bahwa partainya akan terus menyampaikan fakta sesuai data yang tersedia dan tidak akan membiarkan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan berkembang di ruang publik.

