Intime – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang belakangan kembali mencuat di ruang publik.
Menurut calon presiden (capres) 2024 ini, persoalan tersebut telah ditangani oleh aparat penegak hukum sehingga sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berjalan.
“Yang sekarang ada, sudah menjadi pembahasan di kepolisian. Biar diselesaikan di sana,” ujar Anies saat bertemu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, belum lama ini.
Meski tidak menanggapi substansi kasus tersebut, Anies menekankan bahwa polemik semacam ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa. Ia mengingatkan agar generasi muda serius menjalani pendidikan dan menata rekam jejak akademik sejak dini agar tidak menemui persoalan di kemudian hari.
“Kalau Anda sekarang kuliah, ya kuliahnya dengan benar. Sehingga nanti di kemudian hari Anda tidak kerepotan untuk menjelaskan,” kata Anies di hadapan para mahasiswa.
Anies menegaskan pentingnya kejujuran dalam menjalani proses pendidikan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak tergoda melakukan praktik-praktik yang tidak benar demi hasil instan. Menurutnya, rekam jejak akademik yang dijalani dengan jujur akan memudahkan seseorang dalam kehidupan profesional.
“Rekam jejak itu harus dijalankan dengan baik dan benar. Maka catatannya dengan sendirinya enak ditunjukkan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena sebagian orang yang enggan mencantumkan informasi lengkap mengenai masa studi mereka, seperti hanya menuliskan tahun masuk atau tahun lulus tanpa durasi kuliah secara utuh. Hal tersebut, kata Anies, sering kali terjadi karena adanya catatan yang ingin disembunyikan.
“Itu berarti ada rekam jejak yang bermasalah sehingga ditutupi,” katanya.
Anies pun mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya agar tidak terbebani di masa depan. Ia menekankan bahwa rekam jejak yang bersih dan dokumen yang autentik akan memberikan ketenangan serta kepercayaan diri.
“Supaya besok curriculum vitae Anda tidak ada yang harus ditutup-tutupi. Semua lampirannya asli, dan Anda tidak punya beban apa pun,” pungkasnya.

