Intime – Polda Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan satu ekor anjing pelacak jenis K9 untuk membantu pencarian korban tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Tapanuli Utara, Kompol SP Anak Ampun, menyatakan bahwa pelibatan anjing pelacak ini merupakan upaya penting untuk mendukung dan membantu mendeteksi titik pasti keberadaan korban.
“Anjing K9 ini memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam dan diharapkan dapat memberikan petunjuk akurat di mana posisi korban berada di bawah timbunan longsor,” ujar Kompol SP Anak Ampun, Rabu (3/12).
Hingga hari kelima upaya pencarian ini dilakukan, total korban meninggal
dunia yang telah ditemukan di Tapanuli Utara akibat bencana longsor tragis ini telah mencapai 23 orang.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang tersisa, dengan fokus utama kini tertuju pada area yang diindikasikan oleh anjing pelacak K9.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Selasa, mencapai 708 jiwa.
“Rinciannya, Sumatera Utara korban meninggal dunia 294 jiwa dan hilang 155 jiwa. Kemudian, Provinsi Aceh per hari ini meninggal dunia 218 jiwa, hilang 227 jiwa,” kata Abdul Muhari.
Untuk Sumatera Barat, korban jiwa ada 196 jiwa dan dinyatakan masih hilang ada 117 jiwa.
Abdul Muhari menyampaikan kabupaten yang paling terdampak di Sumatera Utara adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara

