Aparat Diminta Jamin Keamanan Warga Sekitar Markas KKB Aibon Kogoya

Intime  – Tim gabungan TNI dan Polri menggerebek markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada pekan lalu. Aparat menyita 10 senjata api, 561 amunisi, hingga uang Rp79 juta dalam operasi tersebut.

Merah Putih Stratejik Institut (MSPI) meminta aparat juga fokus memberikan perlindungan kepada masyarakat setempat. Sebab, operasi tersebut bisa menimbulkan pengalaman traumatik, khususnya kepada anak-anak.

“Adanya aksi baku tembak saat operasi penggerebekan tersebut dapat memicu pengalaman traumatik yang tidak menyenangkan bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak. Oleh karena itu, aparat juga perlu memberikan perlindungan kepada masyarakat setempat,” ucap peneliti MPSI, Malkin Kosepa, pada Sabtu (7/3/2026).

MPSI juga mengkhawatirkan adanya aksi balasan dari KKB Aibon Kogoya karena masyarakat setempat dituduh membocorkan lokasi markasnya sehingga keselamatan warga terancam.

“Walaupun mungkin KKB Aibon Kogoya untuk sementara waktu akan bersembunyi dan situasi mulai kondusif, tetapi keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar markas KKB Aibon Kogoya harus tetap diperhatikan dan dijamin agar tidak ada masyarakat sipil yang menjadi collateral damage,” tutur Malkin.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini