Cegah Dampak Cuaca Ekstrem, DKI Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Hari ke-12

Intime – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari ke-12 sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pelaksanaan OMC hari ke-12 dilakukan melalui empat sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (27/1). Operasi ini merupakan hasil sinergi antara BPBD DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta unsur terkait lainnya.

Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan misi penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki. Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram. Penyemaian diarahkan ke area dengan jarak 30–50 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Sorti kedua menyasar wilayah Jakarta Selatan dengan target awan stratocumulus pada ketinggian 6.000 kaki. Pada sorti ini digunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram. Arah angin dominan berasal dari barat laut dengan kecepatan 12 knot.

Sementara itu, sorti ketiga dilakukan pada siang hari dengan area penyemaian di wilayah Bekasi pada ketinggian 5.000–7.000 kaki. Sorti keempat dilaksanakan pada sore hari dengan area penyemaian di wilayah Kabupaten Bogor, menggunakan bahan semai CaO sebanyak 800 kilogram.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, pelaksanaan OMC hari ke-12 merupakan langkah antisipatif untuk mengendalikan potensi curah hujan tinggi.

“Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” ujar Isnawa.

Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian dan memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

BPBD juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalkan risiko genangan dan banjir.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini