Intime – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, membuat 50 jiwa lebih terdampak yang terdapat di enam kecamatan, yakni Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan.
“Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini kurang lebih ada kurang lebih 10.000 kepala keluarga (KK), meliputi kurang lebih 45-50 ribu jiwa,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik di Tangerang, Selasa (13/1).
Selain itu, data sementara sekitar 1.000 jiwa terpaksa dievakuasi ke tempat lebih aman dari lokasi bencana.
“Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang dari Kosambi telah mengungsi. Namun, kami masih melakukan pendataan,” katanya.
Dia mengungkapkan kondisi air banjir yang terjadi di 18 lokasi bervariasi, mulai ketinggian 20 hingga 80 centimeter, di mana lokasi terparah Kecamatan Kosambi.
“Evakuasi kurang lebih tidak terlalu banyak, khususnya yang ada di Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Tangerang telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proses penanganan dan pengiriman bantuan terhadap korban.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada cuaca ekstrem dan banjir susulan atas luapan aliran sungai.
Masyarakat juga diminta melaporkan setiap perkembangan di lapangan guna mendukung upaya penanganan yang lebih cepat dan tepat.
“Dan kami dari pemerintah, dalam hal ini BPBD, selalu siaga. Kami ada 14 pos damkar, termasuk di dalamnya adalah membantu bencana. Jadi kami selalu siap untuk membantu masyarakat,” kata dia.

