Dana Rp 100 Miliar Bukan Hanya Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said

Intime – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Rabu 14 Januari 2026. Informasi yang beredar, pembongkaran tiang monorel menghabiskan anggaran Rp 100 miliar

Pengamat kebijakan publik Sugiyanto mengatakan, telah terjadi mispersepsi di masyarakat terkait biaya pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan yang mencapai Rp 100 miliar.

Ia berpandangan, bahwa angka tersebut bukanlah biaya pembongkaran tiang monorel semata, melainkan estimasi total biaya penataan kawasan secara menyeluruh.

Lanjut dia, jika merujuk pada perhitungan sederhana dengan menggunakan harga satuan pembongkaran beton per meter kubik yang lazim digunakan dalam referensi biaya konstruksi, estimasi biaya pembongkaran fisik 109 tiang monorel sesungguhnya berada pada kisaran ratusan juta rupiah.

Estimasi ini dapat dengan mudah diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka, termasuk estimasi biaya pembongkaran beton atau bangunan rumah, yang rata-rata berkisar antara Rp 400.000 hingga Rp 600.000 per meter kubik.

“Estimasi volume satu tiang monorel berkisar antara 3 hingga 5 meter kubik, sehingga total volume pembongkaran berada pada kisaran sekitar 327 hingga 545 meter kubik. Untuk memudahkan perhitungan, angka tersebut dapat dibulatkan sehingga total volume 109 tiang monorel diperkirakan berada pada kisaran 300 hingga 500 meter kubik,” kata Sugiyanto, Minggu (11/1).

Maka ucap Sugiyanto, apabila digunakan harga satuan Rp 400.000 per meter kubik, total biaya pembongkaran berada pada kisaran sekitar Rp 120 juta hingga Rp 200 juta. Sementara itu, jika menggunakan harga satuan Rp 600.000 per meter kubik, estimasi biayanya berkisar antara Rp 180 juta hingga Rp 300 juta.

Bahkan dengan menggunakan asumsi harga tertinggi, yakni Rp 600.000 per meter kubik dan volume maksimal 500 meter kubik, estimasi biaya pembongkaran 109 tiang monorel hanya mencapai sekitar Rp 300 juta.

“Perhitungan ini didasarkan pada jumlah tiang yang akan dibongkar dengan memperhitungkan volume pekerjaan serta harga satuan pembongkaran beton yang umum digunakan di sektor konstruksi,” imbuhnya.

Sugiyanto yang juga sebagai warga Jakarta mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno pembongkaran tiang monorel itu. Terlebih saat ini Pemprov DKI tengah berupaya membenahi, membangun, dan menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Jakarta.

“Angka Rp 100 miliar merupakan estimasi biaya total untuk penataan kawasan secara menyeluruh, bukan semata-mata biaya pembongkaran tiang monorel,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini