Intime – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) yang kembali dilakukan melalui DPRD tidak tepat untuk dibahas maupun diputuskan dalam situasi saat ini.
Menurutnya, isu tersebut belum mendesak dan berpotensi menambah polemik politik di tengah kondisi nasional yang masih menghadapi berbagai persoalan serius.
“Bahkan jika seluruh partai politik saat ini sepakat kepala daerah kembali dipilih DPRD, menurut saya membahasnya apalagi memutuskannya—di situasi sekarang tidak tepat,” kata Jansen lewat akun X miliknya, Selasa (30/12).
Jansen mengingatkan bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pemilu nasional dan pemilu daerah telah dipisahkan. Dengan skema tersebut, pemilihan kepala daerah berikutnya baru akan digelar pada 2031, setelah pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif pada 2029.
“Artinya, pilkada masih lama sekali. Baru setelah Pilpres 2029. Jadi membahasnya bahkan di atas tahun 2029 pun masih ada cukup waktu,” ujarnya.
Karena itu, Jansen menyarankan agar wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah ditunda dan tidak dibahas pada saat ini. Ia menilai, pembahasan tersebut belum memiliki urgensi yang kuat dibandingkan persoalan lain yang lebih mendesak.
“Tidak perlu rasanya kita menambah polemik baru yang tidak penting. Ini juga bukan isu yang sifatnya mendesak, apalagi menyangkut politik di mana banyak pihak masih berbeda pandangan, baik partai-partai maupun rakyat,” kata Jansen.
Ia juga menyoroti kondisi bangsa yang masih dihadapkan pada berbagai bencana dan tantangan sosial-ekonomi. Dalam situasi tersebut, menurutnya, energi pemerintah dan negara seharusnya difokuskan pada agenda-agenda yang lebih konkret dan langsung dirasakan masyarakat.
“Lebih baik fokus kita sekarang, termasuk negara, pada hal-hal yang lebih urgen dan sudah menunggu di depan mata,” tegasnya.
Jansen menilai, setiap perubahan besar dalam sistem politik seharusnya dilakukan dengan perhitungan matang, waktu yang tepat, serta mempertimbangkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat secara luas.

