Dharma Pongrekun Kritik Narasi ‘Super Flu’: Itu Propaganda, Bukan Sosialisasi

Intime – Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen (Purn) Dharma Pongrekun mengkritik narasi mengenai penyakit yang ia sebut sebagai “super flu” yang tengah melanda. Pernyataan itu disampaikan Dharma melalui kanal YouTube Dharma Pongrekun Official, Selasa (27/1).

Dharma menilai informasi yang disampaikan kepada publik terkait penyakit tersebut lebih menyerupai propaganda ketimbang sosialisasi kesehatan. Ia menyebut, cara penyampaian yang menimbulkan rasa takut justru berdampak buruk bagi kondisi psikologis masyarakat.

“Saya tidak suka dengan promosi atau propaganda yang mereka lakukan. Sosialisasi lah, propaganda lah, nakut-nakutin, sama namanya sosialisasi. Itu propaganda,” ujar Dharma.

Mantan Cagub DKI ini juga menyoroti peran sejumlah pihak, termasuk lembaga dan media, yang menurutnya ikut menyebarkan narasi tersebut. Dharma menduga, ada motif tertentu di balik penyebaran informasi itu.

“Terus media mau pula. Coba tanya sama media, kenapa mau? Ada angka,” kata dia, tanpa merinci maksud pernyataannya.

Menurut Dharma, penyebaran narasi yang menimbulkan ketakutan dapat memengaruhi kondisi mental masyarakat dan berdampak pada kesehatan fisik. Ia berpendapat, tekanan psikologis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

“Lewat pikiran. Yang akan menghancurkan apa? Menurunkan kekebalan sel atau imunitas,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Dharma juga menyinggung adanya faktor lain yang menurutnya berkontribusi terhadap menurunnya kesehatan masyarakat, termasuk modifikasi cuaca dan apa yang ia sebut sebagai chemical trail. Ia bahkan menyinggung penggunaan air, meski enggan menjelaskan lebih jauh.

“Air yang kita minum? Lebih baik mereka tahunya, kita tidak tahu,” kata Dharma.

Terkait imbauan penggunaan masker di ruang publik yang disampaikan sejumlah pejabat, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dharma menyarankan agar pemerintah lebih fokus mencari sumber persoalan kesehatan yang sebenarnya.

“Yang harus dicari sumber masalahnya. Bukan kenapa pakai masker,” ujar dia.

Hingga kini, pemerintah dan otoritas kesehatan belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Dharma tersebut. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat didasarkan pada kajian ilmiah dan rekomendasi tenaga medis untuk melindungi keselamatan publik.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini