Din Syamsuddin Sebut Board of Peace Trump Bentuk Neo-Kolonialisme Baru

Intime – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, melontarkan kritik keras terhadap prakarsa Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Din menyebut inisiatif tersebut sebagai bentuk neo-kolonialisme dan imperialisme baru.

Menurut Din, Board of Peace tidak ditujukan untuk menciptakan perdamaian kawasan, khususnya di Timur Tengah. Sebaliknya, program tersebut justru dinilai akan memperparah ketidakstabilan dan ketidakadilan global.

“Ini bukan dewan perdamaian. Yang terjadi justru pembiaran terhadap agresi Israel atas Palestina, sementara Amerika Serikat bersikap bungkam,” kata Din, yang juga Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta.

Ia menilai prakarsa Trump sarat standar ganda. Di satu sisi berbicara soal perdamaian dan pembangunan kembali Gaza, namun di sisi lain tidak melibatkan tokoh Palestina, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru dilibatkan.

“Ini jelas agenda terselubung yang dalam jangka panjang menguntungkan Israel dan merupakan bentuk penjajahan terselubung atas Palestina,” ujarnya.

Din juga menilai Donald Trump tidak layak disebut sebagai pencipta perdamaian. Ia menyebut kebijakan Trump di berbagai wilayah dunia justru menunjukkan kecenderungan sebagai pengganggu perdamaian global.

Selain itu, Din menyinggung meningkatnya penolakan terhadap Trump, termasuk di dalam negeri Amerika Serikat.

Menurutnya, sejumlah anggota Senat dan Kongres AS, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, telah memperingatkan bahwa manuver Trump berpotensi mengarah pada pemakzulan.

“Kalau itu terjadi, Board of Peace akan runtuh dengan sendirinya, dan negara-negara pendukungnya akan dirugikan,” tegas Din.

Ia juga mengkritik keterlibatan sejumlah negara Islam dalam Board of Peace. Din meminta para pemimpin negara tersebut untuk berpikir ulang dan mendengarkan suara hati nurani.

Din menutup pernyataannya dengan menyerukan agar ulama dan pemimpin umat tetap beristiqamah sebagai pelayan umat dan berpegang pada amanat konstitusi, yakni menghapus segala bentuk penjajahan dan mewujudkan perdamaian abadi di dunia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini