Ekonom Nilai Kenaikan Free Float 15 Persen Tak Jadi Solusi Pelemahan IHSG

Intime – Ekonom dan analis pasar modal Ferry Latuhihin menilai rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaikkan ketentuan free float saham menjadi 15 persen tidak serta-merta menjadi solusi atas tekanan yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini.

Menurut Ferry, persoalan utama pasar modal saat ini bukan semata-mata pada besaran saham yang dilepas ke publik, melainkan pada kualitas dan profil investor yang menyerap saham tersebut. Ia menilai, peningkatan free float tanpa diiringi pengawasan yang ketat justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Bukan itu poinnya. Mau IPO 80 persen juga oke. Masalahnya siapa yang beli,” ujar Ferry kepada awak media di Jakarta, Jumat (30/1).

Ferry mengingatkan adanya potensi saham-saham tersebut kembali dibeli oleh pemilik perusahaan melalui mekanisme nominee. Skema ini memungkinkan beneficial owner tetap menguasai saham meski secara administratif tercatat atas nama pihak lain.

“Kan bisa saja owner sendiri yang makan semua lewat nominee. Lantas dia goreng-goreng sahamnya, itu poin yang harus diperhatikan,” kata dia.

Ia menilai, jika praktik tersebut tidak diantisipasi, tujuan peningkatan likuiditas dan transparansi pasar justru sulit tercapai. Oleh karena itu, Ferry menekankan pentingnya penguatan pengawasan serta penegakan aturan terhadap kepemilikan saham secara tidak langsung.

Saat ini, ketentuan free float minimal di pasar modal Indonesia berada di angka 7,5 persen. Selain menaikkan batas free float menjadi 15 persen, OJK juga tengah menyiapkan skema exit policy bagi emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, kebijakan peningkatan free float sejalan dengan standar yang diterapkan oleh sejumlah bursa global. Menurut dia, kebijakan tersebut akan dilaksanakan secara transparan.

“SRO akan menerbitkan aturan free float minimal 15 persen yang akan dilakukan dalam waktu dekat dan dengan transparansi yang baik,” ujar Mahendra di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Kamis (29/1).

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini