Intime – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) angkat bicara terkait langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang mengimpor 105.000 unit mobil pikap asal India untuk mendukung distribusi pangan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih.
Kebijakan tersebut memicu perhatian publik karena nilai impornya mencapai sekitar Rp 24,66 triliun.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan bahwa penggunaan kendaraan dalam negeri ini memiliki dampak yang cukup besar untuk majunya industri di tengah tekanan yang cukup menantang dari tahun ke tahun.
“Paling tidak sangat berharap kita sama-sama memajukan industri otomotif ini. Karena ini efeknya luas sekali,” kata Putu Juli Ardika di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kemampuan industri otomotif untuk menampung keinginan pemerintah dalam menyajikan kendaraan komersial untuk kebutuhan armada yang digunakan oleh Koperasi Merah Putih masih bisa ditangani.
“Dan kita mempunyai kapasitas yang masih bisa digunakan. Kapasitas kita itu 2,59 juta dan produksi kita baru 1,3 juta. Dan kalau ini didorong, ini kan pasti akan sangat luar biasa dampaknya baik bagi industri kita. Karena kalau industri ini berkembang, lapangan pekerjaan bisa kita pertahankan,” ujar dia.
Kepercayaan pemerintah dalam penyediaan kendaraan komersial dalam negeri juga dianggap dapat memberikan kesempatan industri otomotif di sektor komersial bisa berkembang jauh lebih baik.
Tidak hanya lapangan pekerjaan yang terbuka luas, investasi di sektor otomotif terutama di industri komersial juga bakal semakin berkembang.
“Jadi banyak sekali manfaat-manfaat yang kita bisa dapatkan. Sehingga kami terus berdoa, apalagi di bulan Ramadan ini,” ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa penyerapan di sektor otomotif di segmen kendaraan pikap, mampu menghadirkan dampak yang cukup positif kepada perekonomian bangsa.
Dia juga menambahkan bahwa apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri.
Sebagai contoh, jika keperluan sebanyak 70 ribu armada pikap dihasilkan dari dalam negeri maka akan memberikan dampak positif ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp27 triliun.
Pemenuhan ini, tidak hanya sebatas kendaraan saja, banyak industri lainnya yang berkaitan erat dari satu kendaraan pikap yang dihadirkan seperti industri ban, industri kaca, industri baterai basah (accu), industri logam, industri kulit, industri plastik, industri kabel, industri elektronik, dan lain sebagainya
Dia melanjutkan bahwa standar dan juga kualitas kendaraan pikap (4×2) yang dilahirkan di dalam negeri juga tidak kalah dengan apa yang diproduksi di luar negeri.
Produk lokal juga dinilai oleh Agus, sudah mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur jalan yang sangat beragam.

