Intime – Pondok Pesantren Sunanulhuda, Cikaroya, Sukabumi, menggelar Haol Masyayikh 1447 H/2026 M selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Januari 2026.
Kegiatan tahunan ini mengusung tema Menebar Bakti Meraih Berkah dan menjadi momentum perjumpaan antara tradisi keagamaan, penguatan keilmuan, serta kepedulian sosial yang telah lama mengakar dalam kehidupan pesantren.
Haol dipahami tidak sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan ruang untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pesantren yang bertumpu pada adab dan kesinambungan sanad keilmuan.
Salah satu rangkaian utama adalah ziarah ke Makam Pasir, tempat peristirahatan terakhir para masyayikh Pondok Pesantren Sunanulhuda, yang diikuti santri, alumni, dan para muhibbin.
Agung Munajat, salah seorang muhibbin Sunanulhuda, mengaku rutin mengikuti rangkaian haol setiap tahun, khususnya kegiatan ziarah. Menurut dia, ziarah merupakan bagian dari adab pesantren yang diwariskan para masyayikh.
“Ziarah bukan sekadar tradisi, tetapi adab yang menghubungkan kita dengan sanad keilmuan para guru. Di situlah saya merasa terus terhubung dengan perjuangan para masyayikh,” ujar Agung di Sukabumi, Rabu (28/1)
Ia menyebut, ziarah tidak hanya dilakukan di lingkungan Sunanulhuda, tetapi juga dilanjutkan ke sejumlah maqbarah ulama di Sukabumi dan sekitarnya, seperti KH. Muhammad Kholilullah di Ponpes Siraojul Athfal, KH. Abdullah Mahfud di Ponpes Assaafiyah, hingga KH. Ahmad Sanusi di Ponpes Syamsul ’Ulum.
Ketua Panitia Haol, KH. Ilham Ramdani, menjelaskan bahwa ziarah dipahami sebagai bentuk penghormatan dan tabarruk, sekaligus ikhtiar menjaga kesinambungan spiritual pesantren. Menurutnya, praktik ziarah menegaskan prinsip utama pesantren bahwa adab harus mendahului ilmu.
“Ketika adab ditinggalkan, ilmu kehilangan arah. Karena itu, adab dan ilmu harus berjalan seimbang,” kata Ilham.
Selama hampir sepekan, Haol Masyayikh diisi beragam kegiatan, mulai dari Bazaar dan Food Court Pesantren yang melibatkan UMKM lokal, Takhtimul Qur’an, Pameran Manuskrip Turats Ulama Pasundan, hingga santunan anak yatim.
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari dengan Ziarah Bersama dan Tabligh Akbar yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.

