Harga Emas Dunia Melonjak di Tengah Ketegangan Dagang AS–Eropa

Intime – Harga emas global kembali menguat pada awal perdagangan pekan ini, mempertegas posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Penguatan terjadi setelah emas sempat tertekan dan menyentuh level terendah dalam empat hari pada akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Senin (19/1), harga emas dunia (XAU/USD) melonjak lebih dari 1,5 persen dan diperdagangkan di kisaran 4.672 dollar AS per troy ounce.

Posisi tersebut mendekati level psikologis 4.700 dollar AS, setelah sebelumnya emas mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan harga emas dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai, secara teknikal pergerakan harga emas masih berada dalam tren yang konstruktif. Indikator candlestick dan arah pergerakan moving average menunjukkan tren bullish yang kian solid.

Menurut dia, harga emas masih mampu bertahan di atas area support utama, mencerminkan kuatnya minat beli meskipun harga berada di level tinggi.

“Selama sentimen pasar masih didominasi sikap waspada terhadap risiko global, emas berpeluang melanjutkan penguatannya,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).

Ia memproyeksikan, jika momentum kenaikan tetap terjaga, harga emas berpotensi menguji area 4.750 dollar AS sebagai target berikutnya.

Meski demikian, Andy mengingatkan potensi volatilitas yang tinggi mengingat harga emas berada di dekat puncak historis. Apabila terjadi aksi ambil untung, area 4.565 dollar AS diperkirakan menjadi level penopang terdekat yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, penguatan emas turut dipengaruhi meningkatnya ketegangan perdagangan global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif terhadap delapan negara Eropa, yang memicu kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas. Uni Eropa pun dilaporkan tengah menyiapkan langkah balasan.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS, tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang turun ke kisaran 99,02, turut memberikan sentimen positif bagi harga emas. Dengan kondisi tersebut, prospek emas dinilai masih cenderung positif dalam waktu dekat.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini