Intime – Indonesia dikabarkan tengah menyiapkan 8.000 tentara untuk dikirim ke Gaza, Palestina, Pengerahan pasukan ini menjadi bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir tahun lalu.
Seperti dikutip BBC, Rabu (11/2), Indonesia juga telah bergabung dengan Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diumumkan bulan lalu. Badan ini memiliki mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk International Stabilization Force (ISF).
ISF bertugas mengamankan wilayah perbatasan Gaza dan memastikan demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas. Selain itu, badan tersebut akan mengawasi pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina di Gaza serta proses rekonstruksi pascaperang.
Pertemuan pertama Board of Peace dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari. Meski begitu, waktu pengiriman pasukan Indonesia dan rincian tugas mereka di Gaza belum dipastikan.
Presiden Prabowo Subianto disebut telah memutuskan Indonesia akan ikut dalam misi tersebut. Namun kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah kelompok Islam di Indonesia. Kritik muncul karena adanya kemarahan publik terhadap peran Amerika Serikat dalam serangan Israel di Gaza.
Prabowo menilai Indonesia perlu berkontribusi dalam stabilisasi Gaza sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Ia juga menegaskan keterlibatan Indonesia bertujuan mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.
Media penyiaran publik Israel melaporkan wilayah di Gaza selatan, antara Rafah dan Khan Younis, telah disiapkan untuk pembangunan barak bagi pasukan Indonesia.
Negara lain seperti Turki dan Pakistan juga mempertimbangkan pengiriman pasukan, namun menegaskan hanya bertugas sebagai penjaga perdamaian. Situasi di Gaza dinilai masih sulit karena Hamas menolak melucuti senjata selama Israel masih menduduki sebagian wilayah tersebut.

