Intime – Direktur Eksekutif Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terlalu percaya diri menargetkan perolehan suara signifikan di Bali dan sejumlah daerah lainnya pada Pemilu 2029.
“PSI bilang mau merebut kota-kota seperti Bali. Ingat, Bali itu ada delapan kabupaten/kota. Kemarin Kaesang juga bilang akan merebut wilayah Tengah, Papua Tengah, Papua Selatan, bahkan DKI. Memangnya bisa?” ujar Jerry di Jakarta, Rabu (4/2).
Jerry menganalogikan PSI seperti semut yang ingin menantang gajah karena berambisi merebut wilayah yang menjadi basis kuat PDIP. Contohnya, DKI Jakarta, di mana PDIP berhasil mendudukkan Pramono Anung sebagai Gubernur.
“PSI terlalu ambisi. Ambisi yang konyol buat saya. Pada 2024 saja suara mereka tidak sampai 3 persen saat Pileg, bandingkan dengan PDIP yang meraih lebih dari 25 juta suara, merebut 120 kursi,” tambahnya.
Menurut Jerry, PSI sebaiknya fokus memperkuat daerah yang berhasil diraih pada Pemilu 2024 agar dapat melewati ambang batas parlemen 4 persen. “Memang ada wacana menurunkan ke 3 persen, tapi partai lain mungkin tak setuju. Bahkan ada yang ingin menaikkan Parliamentary Threshold menjadi 7 persen. Kalau 7 persen, PSI gimana?” katanya.
Selain itu, Jerry menyarankan PSI mengganti Kaesang Pangarep dengan figur baru dan tidak menggantungkan diri pada dukungan Jokowi. Ia menekankan, meski mendapat dukungan Presiden pada 2024, PSI hanya meraih 2,8 persen suara.
“PSI dengan dukungan Jokowi justru semakin rontok. Jokowi bilang akan kembali ke kampung halaman urus cucu. Kok tiba-tiba ada panggung sandiwara di PSI? Masalah pertarungan dengan Roy Suryo CS juga berpengaruh,” ujarnya.
Jerry menegaskan PSI perlu evaluasi diri menyeluruh sebelum Pemilu 2029 agar strategi dan kepemimpinan partai lebih realistis.

