John Herdman Sebut Tekanan Latih Timnas Indonesia Bisa Jadi Anugerah

Intime – Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengaku tak takut dengan tekanan besar melatih tim Garuda. Hal itu disampaikannya saat sesi jumpa pers pertamanya pada Selasa (13/1) di Hotel Mulia, Jakarta.

“Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini,” kata Herdman.

Arsitek asal Inggris itu tak memandang hal ini dari satu sudut pandang. Ia mengambil sudut pandang lain bahwasanya tekanan justru bisa menjadi “anugerah”, karena energi dari pendukung dapat memberikan energi positif untuk timnya setiap bermain.

“Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain,” tutur eks pelatih Timnas Kanada itu.

“Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka,” katanya menambahkan.

Indonesia pada Oktober tahun lalu gagal bermain di Piala Dunia 2026 setelah mereka kalah dua kali dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat di bawah asuhan Patrick Kluivert.

Kegagalan ini membuat nasib pelatih asal Belanda itu diputus kontraknya setelah bekerja selama 10 bulan sejak ditunjuk bulan Januari.

Kesempatan lolos ke Piala Dunia dapat digapai empat tahun lagi saat memasuki edisi 100 tahun di Maroko, Portugal, dan Spanyol, serta di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Namun, Herdman menegaskan untuk membuat Indonesia bermain di Piala Dunia tak akan terjadi dalam waktu sekejap. Ia mencontohkan, membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 membutuhkan waktu 36 tahun atau membutuhkan waktu empat tahun sejak ditunjuk sebagai pelatih Alphonso Davies dan kawan-kawan pada 2018.

“Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana,” ujarnya.

“Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya. Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini,” katanya.

“Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari,” tutup dia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini