Intime – Kepindahan sejumlah anggota Partai Nasional Demokrat (NasDem) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai mencerminkan adanya ketidaknyamanan internal serta tidak terakomodirnya aspirasi kader di bawah kepemimpinan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Penilaian tersebut disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS.
Menurut Fernando, faktor internal partai menjadi salah satu pemicu utama hengkangnya kader NasDem. Selain itu, ia menilai terdapat daya tarik kuat dari figur Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang telah menyatakan komitmennya untuk membantu dan mendukung PSI.
“Itu membuat keinginan bergabung pascakekeluar dari Partai NasDem. Atau mungkin saja karena daya tarik Jokowi membuat mereka meninggalkan Partai NasDem dan memilih bergabung dengan PSI,” kata Fernando di Jakarta, Senin (26/1).
Fernando menilai, sebagai Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh perlu segera melakukan pembenahan dan penataan secara menyeluruh di internal partai. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah semakin banyak kader yang merasa tidak terakomodir dan akhirnya memilih hengkang ke partai lain.
“Pembenahan internal penting dilakukan agar tidak semakin banyak kader NasDem yang pindah ke partai lain,” ujarnya.
Di sisi lain, Fernando memandang kepindahan sejumlah kader ke PSI justru berpotensi meningkatkan optimisme partai tersebut dalam menghadapi Pemilu 2029.
Menurut dia, bergabungnya tokoh-tokoh baru dengan basis massa di daerah dapat memperbesar peluang PSI untuk meningkatkan perolehan suara dan meloloskan kadernya ke parlemen.
“Beberapa tokoh yang bergabung ke PSI memiliki kekuatan massa di daerahnya masing-masing. Hal ini tentu dapat membantu meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029,” kata Fernando.
Ia menambahkan, dukungan tokoh nasional yang memiliki basis massa di daerah juga diharapkan mampu mendongkrak suara PSI secara nasional.
Lebih lanjut, Fernando menilai ketokohan Joko Widodo akan semakin kuat apabila didukung oleh figur-figur daerah yang memiliki pengaruh elektoral.
“PSI sangat membutuhkan tokoh-tokoh lain untuk memperkuat basis dukungan, meskipun ketokohan Jokowi sendiri sudah cukup kuat,” pungkas Fernando.

