Intime – Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) yang terdiri atas berbagai organisasi masyarakat dan aktivis menyatakan siap berperan aktif dalam mengawal program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya mendukung transformasi Perseroda PAM JAYA dan rencana Initial Public Offering (IPO).
Ketua KOMWAJA, Joko Priyoski, mengatakan deklarasi komunitas ini bertujuan meningkatkan partisipasi publik dalam mendukung percepatan pemerataan akses air bersih di Jakarta.
Ia menegaskan, rencana IPO PAM JAYA tidak bertujuan privatisasi, melainkan memperluas sumber pendanaan agar target 100 persen cakupan air bersih segera tercapai.
“KOMWAJA hadir untuk mengedukasi masyarakat dan melawan hoaks seputar rencana IPO PAM JAYA. Langkah IPO justru akan membuat PAM JAYA lebih transparan, akuntabel, efisien, serta mencegah praktik korupsi,” ujar Joko di Jakarta, Senin (20/10).
Menurutnya, regulasi mengenai pengelolaan air sudah diatur secara tegas dalam UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, PP Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta Pergub DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2022. Semua aturan tersebut menegaskan bahwa air merupakan hak dasar warga negara dan penyediaannya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Deklarator KOMWAJA, Anwar Sjani, menambahkan pihaknya akan bergerak langsung ke masyarakat dengan menggandeng tokoh lingkungan, pemuda, mahasiswa, dan media massa.
“Gerakan KOMWAJA tidak bersifat pragmatis, tapi menyatu dengan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang menyesatkan,” ujarnya.
Anwar juga menilai PAM JAYA telah melakukan sejumlah terobosan positif, seperti menghadirkan Mobil Laboratorium Air untuk pemeriksaan kualitas air dan meluncurkan Aplikasi Lapor PAM yang memudahkan masyarakat membayar tagihan, memantau konsumsi, hingga mengajukan sambungan baru.
“KOMWAJA tidak hanya mendukung, tapi juga akan menjadi kontrol sosial bagi pelayanan publik agar lebih maju dan inovatif,” imbuhnya.
Sementara itu, Ramadhan Isa, tokoh Poros Muda NU, menilai DPRD DKI Jakarta seharusnya tidak ragu mendukung rencana IPO PAM JAYA. Menurutnya, langkah ini tidak sama dengan privatisasi, karena Pemprov DKI Jakarta akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan memiliki hak veto terhadap keputusan strategis.
“Regulasi tarif, cakupan layanan, dan kewajiban menyediakan akses bagi warga miskin tetap berada di tangan pemerintah. IPO justru dapat memperkuat kemampuan PAM JAYA dalam memenuhi hak dasar warga atas air bersih,” kata Ramadhan.
Ia menambahkan, KOMWAJA berkomitmen menjaga situasi Jakarta tetap kondusif dan membantu pemerintah melawan disinformasi yang dapat menghambat pelayanan publik.

