Om Pras Sidak Regional Jakut, Tekankan Pengawasan Proyek Pipa

Intime – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor PAM Jaya Regional Jakarta Utara, kemarin (28/1). Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan progres layanan dan pembangunan jaringan perpipaan air bersih berjalan sesuai target.

Prasetyo tiba di kantor PAM Jaya Regional Jakarta Utara itu sekitar pukul 11.00. Dia langsung menemui para karyawan yang ada di sana. Namun saat kedatangan mendadak tersebut, Pras tidak bisa bertemu dengan pimpinan PAM Jaya Regional Jakarta Utara (Jakut) karena sedang rapat dengan direksi di kantor pusat PAM Jaya di Bendungan Hilir.

Kondisi itu tidak menyurutkannya untuk memantau kondisi pelayanan dari karyawan PAM Jaya di Jakut. Terlebih, sidak itu sudah menjadi agenda rutinnya untuk mengetahui langsung persoalan di lapangan. ”Saya memang sidak ke wilayah-wilayah. Ingin tahu apa sih permasalahan yang ada di wilayah,” ujarnya. Terlebih, kantor PAM Jaya di Jakut itu terdampak banjir saat cuaca ekstrem beberapa hari lalu.

Menurut dia, meski sempat terdampak hujan dan banjir, aktivitas pelayanan dan pembangunan di Regional Jakarta Utara tetap berjalan. Prasetyo juga mengapresiasi langkah jajaran regional yang menghentikan sementara sambungan saat kondisi tidak memungkinkan.

”Kalau ada masalah apa pun, tolong kasih tahu kami sebagai komisaris utama. Jangan asal ABS atau asal bapak senang. Saya ingin dengar kondisi sebenarnya di lapangan,” tegasnya.

Dia lantas menjelaskan, target besar PAM Jaya adalah mewujudkan mimpi Gubernur DKI Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno agar pada 2029 seluruh jaringan pipa air bersih di Jakarta tersambung dan dapat dinikmati masyarakat. Karena itu, pengawasan terhadap proyek perpipaan harus diperketat.

”Kontraktor pemenang lelang perpipaan se-Jakarta harus benar-benar diawasi. Target 2029 harus berhasil,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Prasetyo tidak menemukan persoalan krusial. Namun, dia menilai percepatan pembangunan dan pengawasan proyek masih perlu ditingkatkan. Selain itu, dia juga juga mendorong jajaran regional untuk lebih inovatif dan tidak terpaku pada jam kerja formal.”Sesekali bisa cek pembangunan perpipaan di Jakarta, kan bedengnya itu pasti ada lambang PAM Jaya, jadi bisa langsung tau kalau itu proyek kita,” imbuhnya.

Saat sidak itu, Manager LH Regional Utara PAM Jaya Dian Lakhmi menjelaskan beberapa kondisi layanan air perpipaan di Jakut. Untuk penjualan air di Jakut pada 2025 mencapai 85 juta meter kubik. Angka tersebut masih kurang 1 juta karena target 2025 itu mencapai 86 juta meter kubik. ”Untuk target 2026 sebesar 90,3 juta meter kubik, jadi ada kenaikan sekitar 5 juta,” jelasnya. Dian menyebut, wilayah Jakarta Utara relatif masih memiliki pasokan air yang cukup, meski beberapa kawasan seperti Muara Karang mengalami tekanan rendah karena jarak dan kondisi jaringan.

Selain itu, PAM Jaya juga disebutkannya menghadapi persoalan pencurian meter air. Sejak Desember hingga saat ini, hampir 40 unit meter air dilaporkan hilang. ”Dalam lima bulan terakhir, ada dua kasus yang tertangkap dan diproses ke polisi. Tapi kami belum punya payung hukum kuat untuk memberi efek jera,” ujarnya.

Menurut Dian, penanganan pencurian dilakukan dengan respons cepat, mulai dari pelaporan ke polisi hingga proses internal. Namun, keterbatasan kewenangan membuat kasus kerap berhenti di tengah jalan.

”Ke depan, kami berharap ada dukungan regulasi agar pencurian meter air bisa ditindak tegas,” katanya.

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini