Intime – Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim menilai persoalan banjir yang terus berulang di Ibu Kota tidak lepas dari buruknya tata ruang kota. Menurut dia, kerusakan tata ruang diperparah oleh curah hujan tinggi yang kerap mengguyur Jakarta dan sekitarnya.
“Soal banjir itu, DKI rusaknya karena rusaknya tata ruang,” kata Lukmanul di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Lukmanul menyebut, penanganan banjir seharusnya tidak hanya berfokus pada langkah penanggulangan saat bencana terjadi, tetapi juga pada pembenahan mendasar, terutama penataan kembali ruang kota.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi ulang kebijakan tata ruang agar persoalan banjir dapat diatasi secara berkelanjutan.
“Harusnya tata ruangnya ditata kembali,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan banjir yang terus berulang perlu dilihat dari perspektif kesalahan dalam perencanaan pembangunan. Salah satunya terkait pembangunan hunian bertingkat serta penerbitan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai belum dikaji secara komprehensif.
“Pemerintah DKI itu hanya menganggarkan soal banjir terlalu banyak uang, tapi penyelesaiannya tidak tuntas. Khususnya masalah tata ruang dan AMDAL. Banyak klaster, apartemen,” kata Lukmanul.
Menurut dia, pembangunan hunian vertikal di Jakarta kerap tidak diimbangi dengan penyediaan sistem drainase yang memadai. Akibatnya, kapasitas saluran air tidak mampu menampung debit air hujan sehingga air meluap ke jalan dan menyebabkan banjir di berbagai wilayah.
“Itu tidak menghiraukan bagaimana saluran-saluran air. Akhirnya, yang ada di sekitar itu jadi banjir,” ujarnya.
Lukmanul pun meminta Pemprov DKI untuk lebih mengedepankan langkah preventif dalam penanganan banjir agar upaya yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Meski demikian, ia menilai anggaran pengendalian banjir yang dialokasikan dalam APBD sejauh ini sudah cukup tepat sasaran.
Ia kembali menegaskan, tanpa pembenahan tata ruang dan pengawasan AMDAL yang ketat, persoalan banjir dan kemacetan akan terus berulang di Jakarta.
“Setiap tahun dan setiap periode persoalannya itu-itu saja, banjir dan macet, karena ruwetnya tata ruang dan AMDAL yang belum diselesaikan,” pungkasnya.

