Mahfuz Sidik Minta Pemerintah Waspadai Dinamika Politik Global yang Kian Memanas

Intime – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik meminta pemerintah Indonesia mencermati secara serius dinamika politik global yang dinilainya semakin memanas dan sarat dengan ketidakpastian.

Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai berbagai peristiwa internasional belakangan menunjukkan perubahan besar dalam tatanan politik dunia.

“Dinamika politik global nampaknya akan semakin memanas. Banyak peristiwa tak terduga yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya terjadi. Kita tidak tahu peristiwa tak terduga apalagi yang akan muncul,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (11/1).

Mahfuz menilai ketegangan global tidak berhenti pada isu pengerahan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, yang disebutnya bertujuan menyerang ibu kota negara tersebut serta menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Menurut dia, skenario serupa juga terlihat di kawasan lain.

Ia menyinggung kondisi di Iran yang disebut tengah menghadapi operasi pergantian rezim. Aksi demonstrasi yang meluas dan semakin anarkis dinilainya menjadi indikasi kuat adanya upaya sistematis untuk menggoyang pemerintahan yang berdaulat.

“Skenario pergantian rezim itu hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya.

Selain itu, Mahfuz menyoroti rencana AS untuk menguasai Greenland, wilayah otonom Denmark, sebagai bagian dari strategi mengontrol kawasan utara dan Arktik. Langkah tersebut disebut bertujuan menghadang pengaruh Rusia dan China yang tengah memperluas jalur ekonomi dan militernya di kawasan tersebut.

“Greenland akan dijadikan basis militer Amerika di Eropa untuk melemahkan kekuatan militer Rusia,” kata Mahfuz.

Ia juga menilai AS ingin mengulang strategi lama dengan melemahkan Rusia melalui konflik berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi pada Uni Soviet.

Mahfuz menyebut kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump mencerminkan keinginan menjadikan Amerika sebagai satu-satunya negara adidaya dunia, tanpa terikat aturan lembaga internasional.

Karena itu, dia mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera melakukan reformasi fundamental menuju tatanan global baru yang multipolar.

Ia juga mengajak negara-negara Islam untuk mengonsolidasikan kekuatan politik guna menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

“Diperlukan kesadaran kolektif untuk membangun kembali kekuatan politik dunia Islam agar mampu berperan dalam tatanan multipolar,” pungkas Mahfuz.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini