Momen Seskab Teddy Ngambek Tak Diberi Bicara di Konferensi Pers Tarif RI–AS

Intime – Konferensi pers kebijakan tarif resiprokal antara Amerika Serikat dan Indonesia pada Jumat (20/2) diwarnai momen tak terduga. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya diduga melontarkan protes karena tidak mendapat kesempatan berbicara dalam acara tersebut.

Jumpa pers itu dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo.

Selama konferensi berlangsung, para pejabat secara bergantian memberikan pernyataan kepada media. Namun Teddy tidak terlihat mendapat giliran memegang mikrofon dan hanya tampak mencatat hingga acara selesai.

Usai sesi resmi berakhir, Teddy terlihat menghampiri Rosan dan Airlangga. Dalam momen tersebut, mikrofon di meja konferensi diduga masih aktif sehingga ucapan Teddy terdengar.

Ia melontarkan komentar bernada protes yang mempertanyakan kehadirannya dalam acara tersebut. Celetukan itu kemudian menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan.

“Gue diundang cuma buat dipajang?” kata Teddy.

Insiden tersebut menambah dinamika dalam agenda resmi pemerintah yang membahas kebijakan perdagangan kedua negara. Selain itu, peristiwa ini juga menyoroti pentingnya koordinasi teknis penyelenggaraan acara, termasuk pembagian waktu bicara dan pengelolaan perangkat audio.

Konferensi pers tersebut sejatinya digelar untuk menyampaikan perkembangan kebijakan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Namun momen di akhir acara justru menjadi sorotan karena memperlihatkan situasi yang tidak biasa dalam forum resmi pemerintah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi penyelenggara acara kenegaraan untuk memastikan kesiapan teknis dan komunikasi yang baik agar agenda berjalan lancar tanpa menimbulkan polemik.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini