PAM Jaya dan WCR Gelar Edukasi Gizi dan Ketahanan Air untuk Pencegahan Stunting

Intime – Daya Wanita PAM Jaya bersama Women and Children Resilience (WCR) menggelar program Edukasi Gizi Cerdas dan Ketahanan Air sebagai upaya mencegah stunting di wilayah Jakarta. Program ini menyasar para ibu dan kader masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan stunting.

Ketua WCR, Margaretha Hanita, mengatakan kegiatan tersebut fokus pada penguatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi dan lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Generasi penerus berada pada masa emas yang sangat menentukan. Edukasi kepada seorang ibu menjadi titik awal yang sangat penting karena dari sanalah kualitas generasi masa depan dibentuk,” kata Hanita dalam keterangannya, Rabu (18/2).

Program edukasi telah digelar di tiga titik di Jakarta Utara, yaitu Aula Kantor Kelurahan Semper Timur, Kelurahan Penjaringan, dan Kelurahan Rorotan. Peserta kegiatan berasal dari ibu TP PKK, Dasawisma, serta kader Posyandu.

Kegiatan pertama berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Semper Timur pada 10 Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep gizi cerdas, termasuk pentingnya konsumsi protein hewani sejak dini untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait peran sanitasi dan ketahanan air dalam pencegahan stunting. Akses air bersih dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sehat dan mencegah penyakit infeksi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyebut keterlibatan Daya Wanita PAM Jaya menjadi bagian dari pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga. Ia menegaskan penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PAM Jaya dalam mendukung percepatan penurunan stunting sejak 2023. Pada 2023, intervensi dilakukan terhadap 409 anak di 39 kelurahan. Jumlah tersebut meningkat pada 2024 menjadi 1.129 anak di 36 kelurahan.

Pada 2025, program diperluas di Jakarta Utara dan Timur melalui pemberian makanan tambahan, monitoring ibu hamil dan pasangan pranikah, serta pembagian toren air gratis sebagai upaya mendukung ketahanan air masyarakat.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img