Intime – PAM Jaya menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Direktur Utama PAM Jaya Arif Nasrudin mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah yang menjadi fokus penyaluran bantuan. Dalam tahap awal, PAM Jaya mengirimkan dua unit mobil Water Treatment Plant (WTP) ke lokasi terdampak.
“Hari ini kita akan berkoordinasi dengan Pemda Aceh Tamiang, salah satu titik di mana memang kami akan mengirimkan dua mobil WTP PAM Jaya,” kata Arif di Jakarta, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan, mobil WTP tersebut dilengkapi dengan sistem Reverse Osmosis (RO) yang memungkinkan air sungai diolah menjadi air layak konsumsi. Dengan teknologi tersebut, air hasil pengolahan dapat langsung diminum oleh masyarakat tanpa harus melalui proses tambahan.
“Mobil WTP ini dilengkapi dengan RO system, jadi airnya nanti setelah diolah dari air sungai bisa langsung dikonsumsikan,” ujarnya.
Selain itu, PAM Jaya juga menyiapkan 10 unit mobil tangki air bersih. Langkah ini dilakukan karena berdasarkan informasi terakhir, jaringan pipa air di Aceh Tamiang masih tertimbun lumpur sehingga distribusi air melalui sistem perpipaan belum dapat dilakukan secara normal.
“Kami juga menyiapkan 10 mobil tangki karena pipa di sana masih dalam kondisi terbenam lumpur sehingga tidak bisa disalurkan secara organik,” kata Arif.
Untuk memastikan operasional bantuan berjalan optimal, PAM Jaya turut mengirimkan tenaga teknis ke lokasi. Tim tersebut akan bekerja secara bergiliran setiap dua minggu guna menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi warga terdampak.
Tak hanya bantuan teknis, PAM Jaya juga menghimpun donasi dari internal perusahaan. Arif mengungkapkan, donasi dari karyawan dan karyawati PAM Jaya telah terkumpul sebesar Rp 250.720.683.
“Alhamdulillah, donasi internal PAM Jaya sudah terkumpul dan akan kami salurkan melalui rekening Baznas Bank Jakarta,” ujarnya.
Arif berharap seluruh bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan mempercepat pemulihan pascabanjir, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar air bersih.

