Intime – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) turut ambil bagian dalam program sedekah 1 juta Al-Qur’an yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatra dan Aceh. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi bersama organisasi Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara.
Ketua Dewan Pengawas PAM JAYA, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, keterlibatan PAM JAYA dalam program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir.
“Alhamdulillah, di Jumat yang penuh berkah ini, PAM JAYA dapat mengambil bagian dalam sedekah 1 juta Al-Qur’an yang akan didistribusikan ke pesantren, tempat ibadah, dan madrasah,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Menurut Prasetyo, program ini berangkat dari aspirasi masyarakat terdampak bencana di Sumatra dan Aceh yang disampaikan kepada MADAS Nusantara terkait kebutuhan mushaf Al-Qur’an. Hingga saat ini, proses pencetakan satu juta Al-Qur’an telah berjalan dan dalam waktu dekat akan segera disalurkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Ia berharap setiap mushaf yang diterima masyarakat dapat menjadi penguat iman dan penenang di tengah situasi sulit akibat bencana.
“Semoga menjadi pengingat bahwa di balik musibah selalu ada harapan dan pertolongan dari Allah SWT,” katanya.
Selain dukungan spiritual, PAM JAYA juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
Melalui Tim Bakti PAM JAYA, perusahaan tersebut mendistribusikan air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang dengan mengerahkan puluhan mobil tangki, instalasi pengolahan air (IPA) mobile, serta tim yang siaga di lapangan.
Tak hanya itu, PAM JAYA turut memberikan bantuan kemanusiaan berupa buku bacaan, alat tulis, dan pakaian bagi anak-anak korban bencana.
Prasetyo menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga pemulihan psikologis dan harapan masyarakat.
“PAM JAYA akan terus hadir, mengalirkan kepedulian, dan bekerja dengan aksi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Prasetyo.

