PDIP Soal Isu Rokade Wamenkeu-Depgub BI: Bisa Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter

Intime – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno angkat bicara mengenai kabar posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono yang disebut akan digantikan oleh Juda Agung, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut Hendrawan, mekanisme rokade atau pertukaran posisi antara pimpinan di Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dapat dimaknai sebagai upaya memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai, selama ini masih terdapat persoalan dalam transmisi kebijakan makro ke sektor mikro.

“Ini juga menunjukkan bahwa selama ini masih ada masalah yang membuat kebijakan makro tidak ditransmisi secara cepat ke sektor mikro,” kata Hendrawan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/1).

Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024 itu juga menilai kehadiran Thomas Djiwandono di Bank Indonesia nantinya memiliki arti strategis. Thomas, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, disebut dapat mendukung kebijakan dorongan besar atau big push yang tengah digagas pemerintah.

Hendrawan mencontohkan, saat ini pemerintah menjalankan kebijakan fiskal ekspansif dengan memperlonggar batas defisit, sementara BI juga menurunkan suku bunga acuannya. Namun demikian, ia menyoroti masih lambatnya pertumbuhan kredit yang berada di kisaran 8–10 persen.

“Padahal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, kredit harus tumbuh sekitar 15–20 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar dinilai mulai tidak sabar dengan berbagai janji besar pemerintah, seperti efisiensi birokrasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, perizinan tanpa pungutan liar, komitmen pemberantasan korupsi, serta penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR).

Meski melihat potensi positif, Hendrawan mengingatkan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia apabila rencana pertukaran jabatan tersebut terealisasi. Menurut dia, persepsi pasar menjadi faktor krusial.

“Jika persepsi pasar kontraproduktif, maka tukar jabatan tersebut justru dianggap menambah masalah, bukan solusi,” katanya.

Hendrawan juga menilai Thomas Djiwandono memiliki kompetensi yang memadai untuk menduduki jabatan Deputi Gubernur BI. “Dari latar belakang pendidikan dan pengalamannya, saya kira kompetensinya memadai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak membantah kabar pertukaran posisi antara Thomas dan Juda Agung. Ia mengaku akan bertemu dengan Juda untuk membahas rencana tersebut lebih lanjut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini