Pembangunan JPO JIS-Ancol Terinspirasi Ikat Kepala Khas Betawi.

Intime – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan wisata Ancol dibangun dengan filosofi kearifan lokal Betawi yang terinspirasi ikat kepala khas Betawi.

“JPO JIS-Ancol terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin di Jakarta, Jumat (13/2).

Dia menyebutkan pendekatan itu memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, tapi berakar pada nilai lokal.

Menurut dia, dengan konsep desain yang menyatu, JPO tersebut bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan elemen pengalaman kawasan.

“Desain JPO JIS-Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” ujar Iwan.

Pada malam hari, JPO itu dilengkapi sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan skema lampu stadion sehingga menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta.

Iwan menuturkan sebagai BUMD yang mengemban penugasan strategis pembangunan kota, Jakpro memastikan JPO JIS-Ancol dirancang dan dibangun dengan mengacu pada standar konektivitas kota global.

Prinsip integrasi antarmoda, walkability atau kemudahan akses bagi pejalan kaki, keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas universal menjadi landasan utama perencanaan.

Pendekatan itu, kata dia, sejalan dengan praktik terbaik kota-kota dunia yang menempatkan infrastruktur pejalan kaki sebagai elemen kunci sistem mobilitas perkotaan berkelanjutan, sekaligus memperkuat last-mile connectivity di kawasan strategis Jakarta Utara.

Secara fungsi, JPO tersebut berperan penting dalam mengelola arus besar pengunjung dan sebagai stadion beragam manfaat, seperti penyelenggaraan konser internasional dan ajang olahraga bergengsi.

“JIS membutuhkan konektivitas yang aman dan efisien menuju kantong parkir serta destinasi wisata,” tutur Iwan.

Selain itu, dia mengungkapkan JPO JIS-Ancol menjawab kebutuhan tersebut dan memperkuat citra kawasan sebagai pusat olahraga dan hiburan terpadu dengan standar fasilitas setara kota-kota besar dunia.

Konektivitas kawasan pun semakin optimal melalui integrasi transportasi publik, mulai dari KRL, Transjakarta, hingga dukungan area parkir di Ancol, yang memudahkan akses masyarakat dan wisatawan.

“Dengan konektivitas yang terintegrasi, pengunjung lokal maupun mancanegara dapat menikmati seamless experience saat menghadiri acara berskala besar di Jakarta, sekaligus mendukung berbagai agenda strategis kota,” ungkap Iwan.

Dengan panjang 466 meter, JPO JIS-Ancol diharapkan menjadi ikon baru Jakarta Utara dan memperkuat posisi kawasan JIS-Ancol sebagai pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan pariwisata bertaraf internasional.

“JPO ini merepresentasikan komitmen Jakarta melalui Jakpro dalam membangun kota yang terhubung, inklusif, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Iwan.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) JPO yang menghubungkan JIS dengan kawasan wisata Ancol pada 25 Januari 2026.

“Kehadiran JPO ini menjadi langkah strategis dalam transformasi Jakarta menuju kota global, dengan menempatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas utama,” kata Pramono.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img