Intime – Penerbangan komersial dengan rute Jember-Jakarta kembali beroperasi menandai babak baru konektivitas udara bagi warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setelah sebelumnya sempat terhenti, layanan tersebut diaktifkan pada Selasa (13/1).
Maskapai Fly Jaya menjadi operator menghubungan Jember dengan DKI Jakarta melalui Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kehadiran kembali penerbangan ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono menyampaikan, maskapai Fly Jaya beroperasi dengan jadwal tetap, yakni setiap hari Selasa dan Kamis dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pukul 11.30 WIB, sedangkan dari Bandara Notohadinegoro Jember pukul 14.15 WIB.
“Alhamdulillah, mulai hari ini Fly Jaya sudah kembali mengudara di langit Jember. Jam dan hari penerbangan tetap sehingga masyarakat bisa lebih mudah menyesuaikan perjalanan,” katanya.
Pada penerbangan perdana dari Jember, tingkat keterisian penumpang mencapai 100 persen dengan total 70 penumpang, sedangkan dari Jakarta sebanyak 18 orang.
“Keberhasilan pengoperasian kembali maskapai tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan DPR RI. Melalui kolaborasi itu, Pertamina Patra Niaga kini dapat melaksanakan pengisian bahan bakar (refueling) langsung di Bandara Notohadinegoro,” ujarnya.
Gatot menjelaskan ketersediaan fasilitas pengisian bahan bakar di Bandara Notohadinegoro berdampak pada kapasitas angkut pesawat yang sebelumnya dibatasi hanya 50 penumpang, kini dapat dimaksimalkan menjadi 70 penumpang.
“Tentu itu berdampak langsung pada efisiensi dan harga tiket yang lebih terjangkau. Untuk rute Jember-Jakarta, tiket dibanderol mulai Rp1,4 jutaan, sedangkan rute Jakarta-Jember mulai Rp1,5 jutaan,” tuturnya.
Harga tersebut jauh lebih murah dibanding harga tiket sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp2,1 juta hingga Rp2,2 juta setelah masa promo berakhir.
Ia mengatakan pengguna layanan jasa transportasi udara di Bandara Notohadinegoro tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember.
Data sementara menunjukkan banyak penumpang datang dari Bondowoso dan Situbondo, baik untuk tujuan Jakarta maupun melanjutkan perjalanan ke daerah lain, seperti Bali.
Dengan kembalinya penerbangan itu, Pemerintah Kabupaten Jember berharap akses transportasi udara semakin memperkuat mobilitas masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi, serta membuka peluang investasi dan pariwisata.
Jadwal penerbangan maskapai Fly Jaya yang membawa 70 penumpang mengalami delay sekitar dua jam lebih karena ada gangguan teknis.
Sesuai jadwal seharusnya, penerbangan dari Bandara Notohadinegoro pukul 14.15 WIB, namun pesawat tersebut baru lepas landas sekitar pukul 16.35 WIB.

