Pengalaman UNIFIL Jadi Modal TNI Siapkan Pasukan Perdamaian ke Gaza

Intime – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mempersiapkan pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah konflik Gaza, Palestina. Satuan yang akan dikirim berasal dari prajurit yang telah memiliki pengalaman penugasan di daerah konflik, termasuk dalam misi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan, pengalaman TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak 2008 menjadi modal penting dalam menyiapkan pasukan untuk Gaza.

Menurut dia, prajurit yang dipilih adalah mereka yang telah memahami dinamika konflik dan memiliki kesiapan mental serta operasional.

“Satuan-satuan yang akan dikirim adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman penugasan. Bukan satuan yang belum pernah bertugas di wilayah konflik,” ujar Tandyo usai rapat bersama Komisi I DPR di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, pengalaman di Lebanon membekali prajurit TNI dengan pemahaman medan serta kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat lokal. Kendati karakter wilayah penugasan berbeda, pengalaman tersebut dinilai relevan dalam menghadapi tantangan di Gaza.

“Orang-orang inilah yang nanti akan kita kirimkan,” kata Tandyo.

Terkait jumlah dan mekanisme pengiriman pasukan, Tandyo menyebut pemerintah masih melakukan perundingan dengan berbagai pihak. TNI, kata dia, siap memenuhi kebutuhan pasukan sesuai keputusan pemerintah.

“TNI siap, berapa pun yang dibutuhkan, karena sekarang masih dalam proses perundingan,” ujarnya.

Ia memperkirakan keputusan mengenai jumlah personel TNI yang akan dikirim ke Gaza akan ditetapkan pada pekan terakhir Februari 2026. Keputusan tersebut akan dituangkan dalam kebijakan resmi yang ditandatangani Presiden.

“Minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan,” kata Tandyo.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi partisipasi Indonesia dalam mendukung perdamaian di Gaza. Namun, pelaksanaan misi tersebut masih menunggu keputusan akhir dari Presiden.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini