Pengamat: IHSG Pasti Naik Lagi, tapi Pola Penurunan Bisa Terulang

Intime – Pengamat pasar modal Yanuar Rizki menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan fenomena baru dan berpotensi kembali terjadi dalam periode tertentu. Meski demikian, ia meyakini IHSG akan kembali menguat seiring berjalannya waktu.

“IHSG pasti akan naik lagi. Tapi tidak tertutup kemungkinan penurunan seperti ini bisa terulang,” kata Yanuar, Sabtu (31/1).

Yanuar mencatat, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, peristiwa penghentian sementara perdagangan atau circuit breaker telah terjadi sebanyak tiga kali.

Menurut dia, seluruh kejadian tersebut memiliki pola serupa karena diawali oleh rilis informasi dari lembaga indeks global MSCI.

“Dalam rentang setahun ini sudah tiga kali circuit breaker, penurunan indeks besar, dan semuanya diawali news dari MSCI,” ujarnya.

Ia menegaskan, dari sisi konten, informasi yang disampaikan MSCI tidak keliru maupun menyesatkan. Namun, Yanuar mempertanyakan waktu rilis informasi tersebut yang dinilainya muncul dalam pola tertentu.

“Isunya memang benar, itu masalah kita. Tapi kenapa selalu keluar di timing tertentu, itu jelas terpola,” katanya.

Yanuar menjelaskan, pola serupa juga terjadi pada Maret 2025 ketika MSCI menyebut posisi portofolio Indonesia berada pada posisi short akibat tekanan fiskal.

Saat itu, JP Morgan dan Goldman Sachs turut merilis pandangan senada, yang kemudian memicu penurunan indeks hingga terjadi circuit breaker.

Setelah itu, IHSG kembali menguat, sebelum kembali melemah pada September 2025 akibat isu free float. Menjelang akhir tahun, indeks kembali pulih hingga kembali terkoreksi setelah MSCI menyinggung persoalan transparansi dan nominee.

“Bursa memang merespons informasi. Ini menunjukkan ada pola transaksi yang perlu dicermati,” ujarnya.

Karena itu, Yanuar berharap otoritas pasar modal dapat memastikan apakah terdapat pola transaksi tertentu di balik pergerakan tersebut.

Ia menilai kondisi ini menjadi ujian bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penelusuran dan rekonstruksi transaksi secara menyeluruh.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini