Intime – Pengamat politik Ray Rangkuti mempertanyakan perintah Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya untuk mengumpulkan video yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ray menilai langkah itu memunculkan pertanyaan soal tujuan pemerintah dalam menanggapi kritik publik.
“Pak Prabowo juga mengatakan akan menontonnya sepanjang malam. Pertanyaannya, setelah ditonton, mau diapakan,” kata Ray Rangkuti di Jakarta, Minggu (22/2).
Ray mempertanyakan mengapa pemerintah tidak sekaligus meminta pengumpulan laporan terkait persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG, termasuk kasus keracunan yang dialami anak-anak setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Menurut dia, pemerintah seharusnya membuka ruang evaluasi terhadap kritik, potensi korupsi, maupun dugaan mismanajemen.
Ia juga menyoroti keterlibatan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ray menilai pelibatan aparat kepolisian dalam proyek tersebut tidak sejalan dengan tugas utama institusi sebagai aparat penegak hukum dan penjaga keamanan.
Menurut Ray, kebijakan itu dinilai bertentangan dengan semangat reformasi kepolisian serta putusan Mahkamah Konstitusi yang membatasi keterlibatan aparat dalam tugas di luar fungsi utamanya.
Sebelumnya, Prabowo memerintahkan Kepala Staf Presiden Qodari mengumpulkan klip video yang menilai program MBG sebagai penghinaan terhadap bangsa Indonesia. Perintah itu disampaikan saat peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).
Program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

