Intime – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia dilindas mobil rantis Brimob saat menyuarakan haknya dalam aksi demonstrasi.
“Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan,” ujar Anies dalam unggahannya di Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Jumat (29/8).
Anies menyampaikan doa dan dukungan bagi keluarga almarhum yang kehilangan putra tercinta. Ia menegaskan bahwa perjuangan Affan merupakan bagian dari hak konstitusional rakyat yang wajib dihormati.
“Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anies mendesak adanya investigasi transparan serta proses hukum yang tegas terkait tragedi ini. Ia menilai langkah Kapolri yang telah menyampaikan permintaan maaf terbuka harus ditindaklanjuti dengan penegakan hukum yang konsekuen.
“Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?” kata Anies.
Ia juga mengingatkan agar tuntutan terhadap demonstrasi damai harus diimbangi dengan kesediaan pemerintah mendengar serta mempertimbangkan aspirasi rakyat secara serius dan beradab, bukan meremehkan hingga memicu kemarahan publik.
Tak lupa, Anies mengapresiasi sikap saling menjaga antarwarga dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung kemarin.
“Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Anies menegaskan bahwa tragedi serupa tidak boleh kembali terjadi.
“Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita,” tutupnya.