Intime – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai keputusan Partai Golkar menunjuk Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI merupakan langkah yang tepat.
Sari Yuliati menggantikan Adies Kadir yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut setelah disetujui DPR sebagai Hakim Konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Menurut Iwan, kapasitas dan pengalaman Sari Yuliati di parlemen tidak perlu diragukan lagi. Ia menilai Sari memiliki rekam jejak panjang sebagai legislator sehingga layak mengemban tugas sebagai pimpinan DPR RI.
“Secara ketokohan dan pengalaman di parlemen, Sari Yuliati tidak diragukan lagi. Ia sudah beberapa kali menjabat sebagai anggota DPR dan terakhir menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI,” kata Iwan kepada awak media di Jakarta, Rabu (28/1).
Iwan menjelaskan, dari sisi kepemimpinan, Sari Yuliati telah melewati berbagai jenjang organisasi dan struktur kepemimpinan di partai politik. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi pimpinan DPR.
“Soal kepemimpinan, Sari Yuliati sudah melalui asam garam di berbagai organisasi dan jenjang kepemimpinan di partai politik. Teranyar, dia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar dan Bendahara Umum Kosgoro 1957,” ujar Iwan.
Lebih jauh, Iwan menilai penunjukan Sari Yuliati memiliki makna strategis karena merepresentasikan kepemimpinan perempuan di jajaran pimpinan DPR RI. Menurutnya, langkah ini menunjukkan kedewasaan dan keterbukaan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Apalagi posisi tersebut berada di pucuk pimpinan DPR RI,” katanya.
Iwan menambahkan, penunjukan Sari Yuliati berpotensi menjadi inspirasi bagi perempuan untuk lebih aktif berpartisipasi dalam politik nasional. Ia optimistis kehadiran Sari akan menjadi motivasi bagi lahirnya kepemimpinan politik perempuan di Indonesia.

