Peringatan MSCI Jadi Alarm Risiko Turunnya Status Bursa Indonesia

Intime – Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberi peringatan keras kepada otoritas pasar modal Indonesia. Lembaga penyedia indeks global itu disebut sedang mempertimbangkan menurunkan status Bursa Efek Indonesia (BEI) dari Emerging Market menjadi Frontier Market jika tidak ada perbaikan signifikan, terutama dalam aspek transparansi kepemilikan saham.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai peringatan MSCI bukan persoalan teknis semata, tetapi berkaitan erat dengan persepsi investor terhadap kepastian hukum dan stabilitas kebijakan di Indonesia.

“Dari sudut pandang investor, ketidakpastian hukum jauh lebih berbahaya dibanding perlambatan ekonomi,” kata Anthony di Jakarta, Minggu (1/2)

Ia menjelaskan, dalam metodologi MSCI, Frontier Market identik dengan tingginya diskresi regulator dan ketidakpastian kebijakan. Beberapa indikatornya antara lain perubahan aturan pasar tanpa konsultasi, revisi mendadak kepemilikan asing, trading halt karena alasan politik, serta lemahnya independensi peradilan dalam menyelesaikan sengketa investor.

Menurut Anthony, peringatan ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk menjaga kepercayaan investor global, termasuk dalam forum World Economic Forum di Davos.

“Komitmen itu harus ditindaklanjuti oleh Kejaksaan dan Kehakiman agar sengketa investor ditangani secara profesional. Jika tidak, risiko penurunan status pasar akan semakin nyata,” ujarnya.

Anthony juga menyinggung momentum peringatan MSCI yang muncul hanya berselang beberapa hari setelah penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Penunjukan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persepsi politis dan memengaruhi independensi bank sentral.

“Peringatan MSCI jangan dilihat sebagai isu tunggal. Bisa jadi ini cerminan masalah struktural yang lebih besar, termasuk yang tercermin dari dinamika di Bursa Efek Indonesia,” kata Anthony.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini