Intime – Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya memperingati Isra Mi’raj 27 Rajab 1447 Hijriah, Prasetyo menilai peristiwa Isra Mi’raj merupakan kejadian agung dan monumental dalam sejarah Islam. Perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha, menurut dia, sarat dengan pesan mendalam tentang hakikat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
“Dari peristiwa Isra Mi’raj, kita diajak untuk merenungi kembali pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan dengan sesama manusia,” ujar Prasetyo dalam
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Isra Mi’raj tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Keimanan yang kokoh, kata dia, seharusnya tercermin dalam sikap peduli, saling berbagi, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Prasetyo berharap peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan ketakwaan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial, terutama kepada mereka yang membutuhkan. “Semoga melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat kepedulian sosial,” ucapnya.
Ia juga mengibaratkan pesan Isra Mi’raj seperti air yang mengalir tanpa henti. Menurutnya, perjalanan spiritual tersebut mengajarkan manusia untuk terus bergerak menuju kebaikan, membersihkan hati, menyejukkan jiwa, dan menghadirkan manfaat bagi sekitar.
“Iman yang kokoh bukan hanya yang mengalir ke langit, tetapi juga membasahi bumi dengan kasih dan kepedulian,” kata Prasetyo.
Peringatan Isra Mi’raj, lanjut dia, menjadi kesempatan penting untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual agar dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

