Pramono Ingin Dodol Betawi jadi Sajian di Acara Balai Kota

Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin dodol khas Betawi menjadi salah satu sajian pada berbagai acara di Balai Kota sebagai salah satu cara untuk melestarikan kuliner itu.

“Saya minta untuk acara-acara di Balai Kota, kita pesan di tempat ini,” kata Pramono usai menghadiri acara Ngaduk Dodol Betawi di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3)

Pramono juga melihat secara langsung proses pembuatan dodol tradisional khas Betawi.

Pramono pun turut mendorong agar kuliner khas Betawi itu dapat dilestarikan.

Hal itu karena, katanya, ia menilai pembuatan dodol merupakan salah satu simbol gotong royong.

Hal ini dikarenakan pembuatan dodol tradisional harus diaduk selama delapan hingga 10 jam tanpa henti.

“Karenanya, perlu tiga sampai empat orang untuk melakukan pengadukan secara bergantian,” katanya.

Dodol Nyak Mai sendiri merupakan usaha turun-temurun yang berada di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Usaha ini dirintis oleh Nyak Mai pada awal 1990-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua, yakni Mpok Djuanih dan Bang Udin.

Menurut Pramono, Dodol Nyak Mai memiliki cita rasa khas dan telah dikenal luas oleh masyarakat.

Ia bahkan mengaku kerap membawa dodol tersebut untuk keluarganya.

Untuk itu Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pengembangan usaha kuliner tradisional seperti Dodol Nyak Mai.

Dukungan tersebut termasuk melalui modernisasi peralatan produksi tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya.

“Harapannya dilakukan modernisasi, tetapi jangan sampai yang tradisionalnya hilang. Justru di situlah kekhasan dan keunggulannya,” ujar Pramono.

Pemprov DKI juga siap memberikan dukungan apabila diperlukan, termasuk bantuan peralatan produksi serta penguatan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Nanti saya minta Kepala Dinas UMKM untuk mempelajari ini dan menyiapkan dukungan yang diperlukan. Hal seperti ini memang perlu pemerintah daerah turun tangan agar para pelaku usaha menjadi lebih berdaya,” kata Pramono.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono mendorong agar kuliner khas Betawi punya kemasan dan strategi pemasaran yang lebih menarik sehingga dapat menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.

“Kuliner Betawi sebenarnya banyak yang enak, tetapi belum dipasarkan dengan baik. Kita perlu membuat kemasan yang lebih menarik agar siapa pun yang datang ke Jakarta bisa mencoba dodol ini,” katanya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini