Presiden Prabowo Diminta Tegas pada Menteri yang Dinilai Tak Maksimal Tangani Bencana Sumatra

Intime – Presiden RI Prabowo Subianto diminta mengambil sikap tegas terhadap jajaran menterinya yang dinilai tidak maksimal dalam menangani bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Permintaan tersebut disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi.

Muslim menilai, komitmen Presiden Prabowo dalam penanganan bencana di Sumatra harus didukung penuh oleh seluruh anak buah di kabinet. Jika ada pejabat yang tidak bekerja optimal dan justru terkesan melakukan manuver politik, ia meminta Presiden tidak ragu untuk mencopotnya.

“Ya, jika tidak maksimal membantu presiden dan terkesan bermanuver, ya copot saja para anak buah di kabinet,” ujar Muslim kepada awak media di Jakarta, Minggu (14/12).

Menurut Muslim, fokus utama para menteri dan pejabat negara saat ini adalah memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat, mengingat dampak bencana di wilayah Sumatra telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan parah pada lingkungan dan infrastruktur.

“Korban ratusan nyawa, kerusakan alam dan infrastruktur, rumah-rumah penduduk rusak. Bahkan negara-negara luar negeri saja ikut membantu,” katanya.

Atas dasar itu, Muslim menegaskan bahwa seluruh jajaran kabinet wajib mendukung penuh komitmen Presiden Prabowo dalam penanganan bencana di Sumatra tanpa agenda lain di luar kepentingan kemanusiaan.

“Wajib mendukung penuh komitmen Presiden Prabowo dalam penanganan bencana Sumatra itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat yang terdampak bencana. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau langsung Posko Pengungsian di MAN 1 Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12).

“Semua warga yang mengalami musibah akan kita bantu. Karena saudara-saudara adalah bagian dari kami semua. Kita adalah keluarga, dan kami tidak akan meninggalkan kalian sendirian,” kata Prabowo.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk segera mengatasi berbagai kekurangan yang dialami para pengungsi.

Ia menyebut sejumlah kebutuhan mendesak telah dilaporkan kepadanya, terutama terkait ketersediaan air bersih dan air minum bagi para korban bencana.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini