Intime – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melawat ke Inggris pada pekan depan untuk melaksanakan kunjungan resmi sekaligus menjajaki kerja sama di berbagai sektor termasuk di antaranya pendidikan.
“Minggu depan, Bapak Presiden akan ke UK (Britania Raya, red.), disampaikan juga oleh Bapak Presiden (dalam pertemuan dengan para rektor, red.),” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara Presiden dengan para rektor di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, yang turut menghadiri acara pertemuan Presiden Prabowo dengan para rektor di halaman tengah Istana Kepresidenan, menyampaikan dirinya turut mempersiapkan langsung kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris, terutama yang terkait dengan penjajakan kerja sama pendidikan, dan agenda-agenda terkait pendidikan lainnya.
“Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russel Group University. Russel Group University ini adalah kelompok 24 universitas yang paling papan atas di UK. Jadi, Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan yang papan atas. Jadi, tidak membawa universitas sembarangan dari luar, jadi hanya yang paling, paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia,” ujar Wamen Stella menjelaskan salah satu agenda yang dia persiapkan untuk Presiden Prabowo di Inggris.
Terlepas dari itu, Wamen Stella belum dapat mengungkap tanggal pasti lawatan Presiden Prabowo ke Inggris. Walaupun demikian, informasi yang beredar di kalangan wartawan, Presiden Prabowo kemudian melawat ke Inggris dan kemungkinan negara-negara lainnya pada 18-25 Januari 2026.
Di Istana Kepresidenan RI, Presiden Prabowo selama kurang lebih 3 jam mengumpulkan 1.200 guru besar khususnya bidang sosial humaniora, dekan-dekan, rektor dan pimpinan perguruan tinggi untuk sesi audiensi.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyampaikan taklimat, yang salah satu isinya, Presiden mengumumkan penambahan pagu dana riset pada tahun 2026 sebesar Rp 4 triliun atau sekitar 50 persen dari pagu awal Rp 8 triliun.
Dengan demikian, total pagu dana riset untuk tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

