Presiden Trump Pecat Gubernur The Fed, Harga Emas Langsung Naik

Intime – Harga emas mengalami penguatan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Keputusan mendadak ini memicu kekhawatiran terkait independensi bank sentral AS, mendorong investor mencari perlindungan di aset-aset safe haven seperti emas.

Dalam perdagangan sesi Asia awal, harga emas sempat mencatat kenaikan hingga 0,6 persen. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh pelemahan dolar AS, yang membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global. Kondisi ini mendorong arus pembelian emas, setidaknya untuk sementara waktu, di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter.

Selain itu, turunnya imbal hasil obligasi tenor pendek turut memperkuat daya tarik emas sebagai alternatif investasi. Penurunan yield ini menunjukkan berkurangnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan Federal Reserve pasca pemecatan Lisa Cook, sehingga emas semakin dipandang sebagai aset pelindung nilai.

Para analis menilai, keputusan Trump ini berpotensi menambah volatilitas pasar keuangan global. Kekhawatiran atas campur tangan politik dalam kebijakan moneter bisa mengganggu kredibilitas The Fed dan memicu pergeseran strategi investasi menuju aset yang lebih aman.

Dengan kombinasi faktor politik, pelemahan dolar, dan penurunan imbal hasil obligasi, prospek harga emas dalam jangka pendek terlihat lebih positif. Namun, para pelaku pasar kini menantikan sinyal kebijakan selanjutnya dari Federal Reserve untuk menilai apakah tren kenaikan harga emas dapat bertahan dalam jangka panjang.

Keputusan Donald Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan Federal Reserve agar mengambil kebijakan suku bunga yang lebih longgar. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memengaruhi arah kebijakan moneter, terutama menjelang potensi penyesuaian suku bunga pada bulan September mendatang.

Dengan didepaknya Cook, Trump berpotensi mengamankan mayoritas kursi di dewan The Fed, yang dapat memberinya pengaruh lebih besar dalam menentukan kebijakan ekonomi. Kondisi ini menambah ketidakpastian pasar dan memicu kekhawatiran mengenai potensi campur tangan politik dalam proses pengambilan keputusan moneter.

Prospek pelonggaran moneter, ditambah dengan kekhawatiran terhadap inflasi dan risiko institusional di tubuh The Fed, semakin memperkuat sentimen bullish terhadap emas. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah mencatat kenaikan lebih dari 25 persen, dan faktor-faktor terbaru ini berpotensi memperpanjang tren penguatan tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini