PSI Sepakat dengan Bahlil Soal Koalisi Permanen, Sebut Perlu Revisi UU Parpol

Intime – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan dukungan terhadap usulan pembentukan koalisi permanen yang kembali digaungkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Menurut PSI, wacana tersebut sejatinya bukan hal baru dan pernah disuarakan oleh pendiri PSI Jeffrie Geovanie.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan PSI, Badaruddin Andi Picunang mengatakan, gagasan koalisi permanen sudah lama dibicarakan namun sulit terwujud karena dinamika politik nasional yang sangat cair.

“Dari sudut pandang PSI sih setuju koalisi permanen. Jauh sebelumnya sudah pernah dibahasakan Ketua Pendiri PSI Jeffrie Geovanie, bahkan mengusulkan Pak Jokowi sebagai Ketua Koalisi. Namun isu ini tenggelam karena dinamika politik yang terlalu cepat berubah,” ujar Andi kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/12).

Andi menjelaskan, kesulitan membangun koalisi yang benar-benar permanen bukan hanya disebabkan sikap partai yang tak konsisten, tetapi juga dipengaruhi persoalan internal, pergantian kepemimpinan, hingga peluang mendirikan partai baru yang terbuka lebar di sistem politik Indonesia.

“Apa lagi saat ini UU politik kita memberi peluang untuk bisa membuat partai setiap saat,” ucapnya.

Menurut Andi, koalisi permanen baru bisa diwujudkan jika pemerintah dan DPR melakukan revisi terhadap Undang-Undang Partai Politik. Nantinya, partai bisa dikelompokkan hanya menjadi dua atau tiga blok besar, misalnya partai pendukung pemerintah dan partai oposisi.

“Kecuali UU diubah, partai-partai yang ada dikelompokkan hanya dua atau tiga kelompok. Tentu butuh waktu lama,” katanya.

Ia menilai, dalam kondisi politik saat ini, wacana koalisi permanen masih sulit terealisasi karena setiap partai akan memprioritaskan kepentingannya masing-masing menjelang Pemilu 2029.

“Politik kita setiap saat bisa berubah. Hari ini kawan, bisa saja besok jadi lawan, begitupun sebaliknya,” jelasnya.

Meski begitu, Andi menegaskan bahwa partai-partai pengusung dan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah sepakat menjaga koalisi hingga masa jabatan berakhir. Bahkan, kata dia, ada partai lain di luar koalisi yang menyatakan siap bergabung.

“Tapi yang jelas, partai pengusung dan pendukung Prabowo–Gibran sepakat koalisi permanen hingga akhir jabatan beliau. Bahkan partai di luar itu ada yang siap gabung,” tandasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini