Intime – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memaklumi munculnya dorongan agar masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat berlangsung selama dua periode.
PSI juga tidak mempersoalkan jika sejumlah partai politik mulai memasangkan Presiden Prabowo dengan ketua umum masing-masing untuk Pemilu Presiden 2029.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan PSI Badaruddin Andi Picunang mengatakan, dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam politik elektoral.
Menurut dia, setiap partai memiliki kepentingan untuk mengusung figur terbaiknya guna meningkatkan peluang kemenangan pada Pemilu 2029.
“Semua partai pasti punya jagoan dengan tujuan merebut kekuasaan, dalam hal ini memenangkan partainya di pemilu. Apalagi strategi pemenangan Pemilu 2029 sudah mulai dikeluarkan. Wajar bila PAN mengusulkan ketua umumnya, dan partai lain juga punya hak yang sama,” kata Andi kepada wartawan, Minggu (8/2).
Ia menegaskan, dorongan atau wacana yang berkembang saat ini belum mencerminkan keputusan final koalisi partai-partai pendukung pemerintah.
Menurut Andi, proses penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden biasanya berlangsung menjelang tahapan akhir kontestasi.
“Tapi biasanya, menjelang putusan akhir akan ada pembentukan koalisi untuk menentukan paket atau pasangan yang didorong bersama oleh partai-partai pendukung presiden. Di situ akan ada pembagian peran, dan tentu dibutuhkan sikap legowo,” ujarnya.
Meski demikian, Andi menekankan bahwa PSI sejak awal memiliki pandangan tersendiri terkait paket kepemimpinan nasional ke depan.
Ia menyebut, PSI tetap konsisten mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya.
“Bagi PSI, dari awal paket Prabowo–Gibran adalah yang terbaik untuk dilanjutkan ke periode berikutnya pada 2029,” kata Andi.

