Puan Minta Kasus Kematian Alvaro Harus Ditanggapi Secara Serius

Intime – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus penculikan dan pembunuhan bocah enam tahun, Alvaro Kiano Nugroho, yang hilang sejak Maret lalu dan ditemukan tewas di Tenjo, Kabupaten Bogor.

Puan menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan situasi darurat yang membutuhkan respons serius dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kami sangat prihatin dan berbelasungkawa. Tentu saja, ini sebenarnya merupakan situasi darurat yang memang harus ditanggapi secara seksama,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11).

Ia menekankan bahwa kasus Alvaro tidak bisa dilihat semata sebagai tanggung jawab keluarga atau pihak sekolah. Negara, menurut Puan, memiliki peran besar dalam memastikan perlindungan terhadap anak dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

“Hal-hal seperti ini bukan hanya tanggung jawab dari keluarga atau sekolah. Juga merupakan tanggung jawab dari negara,” tegasnya.

Untuk itu, Puan meminta seluruh stakeholder mulai dari aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, hingga kementerian terkait untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius dan menyeluruh. Ia memastikan DPR akan mengambil langkah konkret dalam pengawasan.

“Di DPR kami akan meminta komisi terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius. Untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan merevaluasi,” kata Puan.

Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat menghasilkan sistem perlindungan anak yang lebih efektif, baik dalam aspek pencegahan, pengawasan, maupun penindakan terhadap pelaku kekerasan terhadap anak. Puan menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan kasus seperti ini terulang kembali.

“Jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi. Dan bisa dilakukan tindak lanjut ataupun langkah-langkah yang lebih efektif ke depannya,” ujarnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini