Intime – Ketua Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menyebut pemerintah mulai menjalankan langkah konkret untuk merespons dinamika pasar modal sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Kebijakan ini diambil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini kami menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo dalam merespons dinamika pasar modal dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional,” kata Rosan, Sabtu (31/1).
Rosan mengungkapkan, pemerintah menyiapkan tiga kebijakan utama. Pertama, menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal hingga 20%. Kedua, mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketiga, meningkatkan ketentuan free float emiten menjadi 15%.
Menurut Rosan, percepatan demutualisasi BEI menjadi kunci untuk memperdalam pasar keuangan nasional. Dengan skema tersebut, Danantara bersama mitra global dapat masuk sebagai investor strategis.
“Demutualisasi BEI membuka ruang investasi bagi Danantara dan mitra global untuk berpartisipasi dalam memperdalam pasar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran besar BUMN di pasar modal Indonesia. Saat ini, perusahaan pelat merah berkontribusi hampir 30 persen terhadap total kapitalisasi pasar. Karena itu, peningkatan free float dinilai penting untuk mendorong likuiditas dan transparansi perdagangan saham.
Rosan menegaskan, kebijakan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi fundamental ekonomi nasional yang masih kuat. Selain itu, koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai berjalan solid, ditopang keselarasan antar-lembaga negara.
“Ini bukan langkah jangka pendek. Ini reformasi struktural untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat transparansi, dan membawa pasar modal Indonesia ke standar internasional,” tegas Rosan.

