Intime – Tokoh politik Muhammad Said Didu mengungkapkan isi pertemuannya bersama sejumlah tokoh dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung pada Kamis (30/1). Pertemuan tersebut digelar di Kertenagara, Jakarta Selatan, dan berlangsung cukup panjang, mulai pukul 17.00 hingga sekitar 20.45 WIB.
Dalam keterangannya melalui akun media sosial X pribadinya, @msaid_didu, Minggu (1/2), Said Didu menyebut Presiden Prabowo mempresentasikan sendiri berbagai kebijakan strategis yang disiapkan pemerintah untuk mempercepat perbaikan bangsa.
“Walaupun didampingi sekitar 10 orang staf ‘kepercayaan’, Bapak Presiden mempresentasikan sendiri berbagai kebijakan strategis,” tulis Said Didu.
Ia menuturkan, diskusi dalam pertemuan tersebut berlangsung sangat dinamis. Presiden Prabowo, menurutnya, mendengarkan dengan baik berbagai pandangan dan terlibat langsung dalam pembahasan isu-isu strategis, termasuk isu yang dinilai sensitif.
“Diskusi berjalan sangat dinamis dan Bapak Presiden mendengarkan dengan baik serta berdiskusi terhadap banyak isu strategis dan sensitif demi perbaikan bangsa ke depan,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, para peserta diskusi juga disebut menyepakati bahwa agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus menjadi prioritas utama pemerintahan. Agenda tersebut mencakup pemberantasan korupsi, pengelolaan kembali sumber daya alam, serta penguatan kedaulatan di berbagai sektor.
Said Didu menambahkan, sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta isu internasional seperti BoP (Boarding of Peace) Gaza. Menurutnya, pembahasan isu-isu tersebut menunjukkan keterbukaan Presiden Prabowo dalam berdiskusi.
Namun, Said Didu menegaskan bahwa setelah pertemuan tersebut, dirinya dan kelompoknya akan mengambil posisi beroposisi terhadap pihak-pihak yang dinilai menghalangi agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, serta wilayah negara yang disebut telah dikuasai oligarki dan jejaringnya.

