Intime – Sejumlah negara di Asia hingga Eropa telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab, beberapa negara memutuskan 1 Ramadan jatuh pada Kamis (19/2).
Penetapan tersebut dilakukan tanpa menunggu pemantauan hilal pada akhir bulan Syakban. Metode hisab memungkinkan awal bulan hijriah diketahui lebih awal melalui perhitungan posisi bulan.
Di Australia, keputusan ditetapkan oleh Dewan Fatwa Australia yang menyatakan awal Ramadan 1447 H berlaku di seluruh negara bagian pada Kamis (19/2). Penentuan ini didasarkan pada waktu kelahiran bulan baru setelah matahari terbenam.
Berdasarkan perhitungan, di Sydney matahari terbenam pada Selasa (17/2) pukul 19.45 waktu setempat, sedangkan bulan baru lahir pada pukul 23.01 malam hari. Sementara di Perth, matahari terbenam pada pukul 19.04 dan hilal baru muncul pukul 20.01.
Kondisi tersebut menunjukkan bulan baru lahir setelah matahari terbenam sehingga Ramadan tidak dapat dimulai pada malam itu. Dengan demikian, malam pertama Ramadan dan salat tarawih berlangsung pada Rabu (18/2) setelah salat Isya.
Selain Australia, Singapura juga menetapkan awal puasa pada tanggal yang sama. Penetapan dilakukan oleh Dewan Agama Islam Singapura melalui metode hisab tanpa rukyat. Otoritas setempat menyatakan posisi bulan yang terbenam sebelum matahari membuat pengamatan hilal tidak memungkinkan.
Sejumlah negara lain yang telah mengonfirmasi awal Ramadan pada Kamis (19/2) antara lain Oman, Turki, dan Prancis. Sementara itu, Islamic Affairs and Charitable Activities Department memprediksi Uni Emirat Arab juga akan memulai Ramadan pada tanggal tersebut.
Di Indonesia, pemerintah belum menetapkan awal Ramadan. Penentuan akan dilakukan melalui sidang isbat setelah pemantauan hilal pada petang hari. Hasil sidang dijadwalkan diumumkan melalui konferensi pers pukul 19.05 WIB.
Penetapan awal Ramadan yang berbeda di berbagai negara merupakan hal yang lazim karena perbedaan metode penentuan kalender hijriah serta kondisi geografis yang memengaruhi visibilitas hilal.

