Surya Paloh Berpotensi Jadi Poros di Pilpres 2029, NasDem Bisa Kembali Usung Anies Baswedan

Intime – Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menilai Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, masih berpotensi menjadi poros tersendiri dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Hal itu tercermin dari sejumlah tokoh lintas partai yang hadir dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan NasDem baru-baru ini.

Menurut Erizal, kehadiran sejumlah tokoh seperti Jusuf Kalla, Puan Maharani, Anies Baswedan, Zulkifli Hasan, Al Muzzammil Yusuf, dan Saifullah Yusuf menunjukkan posisi strategis Surya Paloh dalam dinamika politik nasional.

“Tidak banyak tokoh politik yang mampu mengumpulkan figur lintas partai dalam satu forum, terutama menjelang dinamika politik menuju Pilpres 2029,” kata Erizal di Jakarta, Rabu (25/2).

Erizal menilai posisi NasDem saat ini tergolong unik dalam peta politik nasional. Partai tersebut menyatakan diri berada dalam koalisi pemerintahan, tetapi tidak menempatkan kadernya di dalam kabinet. Kondisi ini dinilai memberi ruang fleksibilitas politik bagi NasDem dalam menentukan arah dukungan pada pemilihan presiden mendatang.

Menurut dia, Surya Paloh juga menunjukkan sikap berbeda dibanding sejumlah partai lain yang telah memberi sinyal dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk dua periode. NasDem, kata Erizal, belum menunjukkan arah dukungan tersebut secara tegas.

Situasi tersebut membuka peluang bagi NasDem untuk mengusung calon presiden sendiri atau membangun koalisi alternatif. Erizal menilai kemungkinan dukungan terhadap Anies Baswedan masih terbuka, meskipun terdapat dinamika baru setelah pembentukan Partai Gerakan Rakyat (PGR).

Ia juga menilai skenario koalisi dengan PDI Perjuangan sebagaimana terjadi pada Pilpres 2014 tetap menjadi kemungkinan, dengan sejumlah opsi pasangan calon yang dapat muncul dari konfigurasi politik tersebut.

Selain itu, Erizal menyoroti konsistensi Surya Paloh dalam mendorong ambang batas parlemen sebesar 7 persen dengan alasan penyederhanaan partai politik. Namun, ia menilai kebijakan tersebut juga berpotensi berdampak pada partai-partai baru yang tengah berkembang.

Menurut Erizal, dinamika tersebut menunjukkan Surya Paloh masih memiliki peran penting dalam menentukan konfigurasi politik menuju Pilpres 2029.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini